Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata usai kebakaran melanda Kampung Adat Sade
Jumat, 4 September 2026 16:14 WIB
Kampung Adat Ende yang mempertahankan arsitektur khas rumah adat suku Sasak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Abdul Aziz
Lombok Tengah (ANTARA) - Kampung Adat Ende di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjadi alternatif tujuan wisata budaya yang semakin diminati oleh para wisatawan setelah kebakaran melanda Kampung Adat Sade.
Pemandu lokal bernama Daigo mengatakan perpindahan rute kunjungan pelancong terjadi mengingat lokasi Kampung Ende hanya berjarak 2,3 kilometer dari Kampung Sade.
"Kenaikan ini sebagian dipicu oleh berpindahnya rute kunjungan sejumlah pelancong setelah terjadi kebakaran di Desa Adat Sade," ucap dia di Lombok Tengah, Jumat.
Daigo menuturkan sebelum musibah kebakaran di Sade wisatawan asing juga telah rutin datang ke Kampung Ende. Jumlah pengunjung terus meningkat dari hari ke hari dengan rata-rata 400 orang saat hari kerja dan 700 orang saat akhir pekan.
Baca juga: Kampung Adat Sade mulai dibangun pasca kebakaran
Kampung Adat Ende mulai dibentuk pada 1998 dengan hanya lima rumah adat tradisional. Setelah diresmikan sebagai objek wisata pada 2001, kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman budaya yang kini dihuni sekitar 35 kepala keluarga.
Keaslian tradisi, arsitektur rumah adat Sasak, serta keramahan masyarakat menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan tetap memilih berkunjung ke Kampung Ende.
"Alhamdulillah, setiap hari semakin banyak pengunjung datang ke Kampung Sasak Ende. Bahkan sebelum ada musibah kebakaran di kampung sebelah, wisatawan asing sudah sering berkunjung ke sini," ucap Daigo.
Kunjungan wisatawan yang meningkat membawa dampak ekonomi bagi warga dan pelaku usaha mikro di kawasan Kampung Adat Ende.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata budaya pascakebakaran Sade
Pewarta : Sugiharto Purnama dan Abdul Aziz
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.