Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung penuh pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan transparan, efektif, dan akuntabel.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan sekadar proses pengawasan, melainkan bagian penting dari pembinaan untuk menjaga integritas pengelolaan anggaran daerah.
"Kami memandang pemeriksaan BPK sebagai bagian penting agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Rudy Mas'ud saat menghadiri Entry Meeting BPK Perwakilan Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu.
Ia menyatakan komitmen seluruh jajaran Pemprov Kaltim untuk bersikap kooperatif dan membantu kelancaran seluruh proses pemeriksaan yang dilakukan tim BPK.
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Kaltim Mochammad Suharyanto menjelaskan bahwa pada Semester II Tahun Anggaran 2026, pihaknya melakukan pemeriksaan tematik, baik yang bersifat nasional, lokal, maupun mandiri.
"Pada semester dua ini kami masuk dalam enam bidang. Kami mengharapkan dukungan penuh Pemprov Kaltim, khususnya Sekda, BPKAD, dan Inspektorat Wilayah agar semua pemeriksaan berjalan baik," ujar Suharyanto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Inspektorat Daerah (Itda) Provinsi Kaltim HM Irfan Prananta menambahkan bahwa entry meeting itu menandai dimulainya pemeriksaan pendahuluan yang nantinya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terinci.
Menurut Irfan, sebanyak lima tim BPK diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di lingkungan Pemprov Kaltim.
Objek pemeriksaan tersebut meliputi kinerja rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemprov, kinerja ketahanan energi, ketahanan pangan, sektor pendidikan, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Pemeriksaan saat ini sudah berlangsung. Tim sudah turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta BUMD, termasuk melakukan pengumpulan data," kata Irfan.
Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.