Elephants

Kalimat Red Flag yang Dapat Merusak Hubunganmu

September 19, 2026

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia

Sabtu, 19 Sep 2026 09:30 WIB

5 Kalimat Red Flag yang Dapat Merusak Hubunganmu

5 Kalimat Red Flag yang Dapat Merusak Hubunganmu/ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Dalam sebuah hubungan, pasangan tentunya perlu saling menghargai. Salah satunya tampak dari kata-kata yang diucapkan oleh masing-masing pasangan kepada satu sama lain.

Terkadang terdengar sepele dan biasa saja, tapi ada kata-kata berpotensi redf lag yang bisa memicu retaknya suatu hubungan. Ini dia contoh kalimat red flag yang perlu kamu hindari dalam hubungan, sebagaimana dilansir dari situs Verywellmind dan buku Love Is a Story: A New Theory of Relationships, karya Psikolog Robert Sternberg.

1.Komitmen yang Dipaksakan

Sternberg menekankan komitmen adalah hal yang wajib dimiliki dalam sebuah hubungan, selain kedekatan emosional dan ketertarikan satu sama lain. Namun, komitmen tidak dapat dipaksakan.

Kalau komitmen itu dibentuk karena paksaan, rasa takut atas sikap dingin dari salah satu orang tentu akan merusak hubungan itu sendiri, Beauties. Kamu perlu memeriksa apakah dorongan untuk hidup bersama dan punya komitmen dalam berhubungan ketika masa pacaran muncul dari kedua pihak, atau hanya salah satu saja yang menekan.

Waspadai kata-kata ini Beauties, "Kalau kamu nggak mau lanjutin hubungan ini dan nggak ada komitmen, aku akan rusakin diri aku sendiri." Adanya paksaan, hanya akan membuat salah satu pihak merasa bersalah dan hubungan akan berlanjut karena ketakutan dan paksaan.

2. Syarat yang Tidak Masuk Akal

Hubungan yang tidak sehat sering didasari oleh persyaratan yang tidak masuk akal. Salah satunya diminta memilih antara pacar atau keluarganya sendiri/Foto: Freepik.com/Freepik

Beauties, mungkin kamu sering dengar kalimat yang menunjukkan syarat tak masuk akal dalam suatu hubungan. Kerap disampaikan oleh pasangan sebagai bentuk rasa sayang, tapi kamu dihadapkan pada pilihan dilematis yang tidak logis.

Contohnya, "Kamu pilih aku sebagai pacar atau pasangan kamu, atau kamu lebih pilih orangtua kamu, dan saudara-saudara kamu?" Dalam standar hubungan yang sehat tentu kamu tetap berhak memiliki interaksi yang hangat dan relasi yang dekat dengan keluarga kamu sendiri, termasuk orangtua, saudara, dan sahabat.

Memiliki pacar atau pasangan tidak berarti kamu harus menghentikan relasi hangat dengan orang terdekat kamu, Beauties. Kalau kamu diminta pasanganmu untuk lebih memprioritaskannya tapi harus menjauhkan diri kamu dari keluargamu, maka kamu patut berhati-hati dalam mempertahankan hubungan ini.

3. Merendahkan Pasangan

Ketika kamu menjalin sebuah hubungan, seharusnya muncul apresiasi sebagai bentuk penghargaan. Tapi ketika kamu hanya meremehkan kualitas pasanganmu, itu pertanda hubungan tidak sehat/Foto: Freepik.com/Freepik

Saat kamu menjalani suatu hubungan, Beauties perlu memeriksa kondisi kamu secara pribadi. Apakah ketika menjalin relasi dengan pasanganmu, kamu lebih sering merasa senang atau minder? Sternberg menegaskan, hubungan yang sehat akan membuat kamu merasa percaya diri, yakin dengan kelebihan yang kamu punya.

Bahkan kamu juga dengan rasa senang hati mengapresiasi pasangan dan mendapatkan perhatian dari pasanganmu, hingga saling mendukung. Termasuk dalam hal pekerjaan, saling memberi semangat untuk saling bertumbuh satu sama lain.

Namun ketika kamu lebih sering dikritik, diremehkan hingga kamu merasa diri tidak bernilai dan minder. Itu pertanda kamu terjebak dalam hubungan dengan pasangan yang red flag. Kerap kali kalimat yang dilontarkan seperti, "Kamu bisa sukses seperti sekarang itu karena bantuan aku, bukan karena usaha kamu sendiri." 

4. Menyalahkan Pasangan

Saat pasangan hanya terus menerus menyalahkan tanpa ingin mengintrospeksi diri, maka hubungan akan terus merenggang/Foto: Freepik.com/Freepik

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, Beauties. Ketika ada masalah dalam suatu hubungan, tentu rasa ingin mendengarkan dan berani mengungkapkan hal yang dirasa mengganjal sangat dibutuhkan.

Ketika salah satu pihak hanya menyalahkan atau menyudutkan, maka hubungan tentu dapat menjadi renggang. Bayangkan ketika kamu merasa relasi kamu dengan pasangan menjadi tidak akrab dan hambar karena kamu terus-menerus menyalahkan kepribadian atau sifat pasangan kamu, seperti, "Kamu sih orangnya kaku, nggak humoris jadinya aku merasa bosan menjalankan hubungan ini. Kamu orangnya selalu nggak peka."

Terus-menerus menyalahkan pasanganmu hanya membuat kamu selalu merasa benar, dan pasangan menjadi tidak setara di matamu. Mau terbuka dan saling mengakui kesalahan dan introspeksi diri yang perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan hubungan. 

5. Mengontrol Pasangan

Posesif dan mengontrol pasangan hingga tak punya kebebasan adalah salah satu tanda red flag dari pasangan. Hubungan sehat harus atas dasar kepercayaan/Foto: Freepik.com/Freepik

Hubungan berpacaran seharusnya dilandasi rasa saling percaya. Rasa posesif dan mengontrol pasangan hingga membuat pasangan tertekan tentu berdampak pada retaknya kepercayaan dalam suatu hubungan.

Ketika kamu terus menerus mencurigai pasanganmu saat ia pergi bersama orang lain, meminta pasangan mengirimkan video tentang lokasi kamu berada dan dengan siapa kamu berada tentu itu bentuk kontrol yang sangat berlebihan dan mengekang. Kamu tidak memiliki privacy, padahal kebebasan tetap dibutuhkan dalam menjalin suatu relasi.

Posesif bukan tanda cinta dalam suatu hubungan, tapi tanda kamu ragu, dan belum mampu percaya dengan pasanganmu. Jika sikap posesif dijadikan alasan tanda sayang atau kepedulian  dalam hubungan, maka Beauties patut berhati-hati dan mempertimbangkan kembali hubungan itu.

Kata-kata red flag itu kerap muncul dalam kalimat ini, "Aku posesif karena aku itu peduli dan sayang banget sama kamu. Aku takut kalau kamu nanti kenapa-kenapa." Rasa aman dan kepercayaan harus jadi landasan utama dalam sebuah hubungan yang sehat, Beauties. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.