Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 5 Purwokerto terpaksa dihentikan sementara melalui mekanisme Berhenti Luar Biasa (BLB) menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang kawasan Cilacap dan sekitarnya.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin menjelaskan bahwa kebijakan penghentian operasional sesaat tersebut diberlakukan sebagai bagian dari protokol darurat guna menjamin aspek keselamatan jalur rel pascagempa yang terjadi pada Jumat siang pukul 12.05 WIB.
“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,” katanya, Jumat.
Selama pemberhentian sementara, kata dia, petugas KAI Purwokerto melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa.
“Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan 21 perjalanan KA yang sempat mengalami BLB terdiri atas KA 110 Fajar Utama Yogya, KA 106 Gajahwong, KA 16 Argo Dwipangga, KA 46 Taksaka, KA 188 Joglosemarkerto, KA 10C Argo Wilis, KA 114C Sawunggalih, KA 78D Lodaya, KA 6 Argo Semeru, KA 89 Gaya Baru Malam Selatan, dan KA 69 Malabar.
Selanjutnya, KA 291 Kutojaya Selatan, KA 51F Purwojaya, KA 275B Pasundan, KA 8005 Angkutan Barang, KA 143B Madiun Jaya, KA 2623 Angkutan Barang, KA 75B Mataram, KA 201 Joglosemarkerto, KA 61B Manahan, serta KA 161 Bangunkarta.
“Durasi BLB bervariasi antara 12 hingga 66 menit. Waktu terlama dialami KA 291 Kutojaya Selatan selama 66 menit, sedangkan KA 51F Purwojaya mengalami pemberhentian selama 12 menit,” katanya.
Terkait dengan hal itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat pemberhentian sementara perjalanan KA tersebut.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung,” katanya.
Ia menegaskan KAI Purwokerto terus memprioritaskan aspek keselamatan dalam setiap perjalanan KA.
Menurut dia, pemeriksaan prasarana juga dilakukan secara antisipatif untuk memastikan keselamatan pelanggan, awak sarana, serta kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Pewarta: Sumarwoto
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.