Palu (ANTARA) - Sebanyak tujuh kadet Universitas Pertahanan (Unhan) bersama pendamping memberikan pengajaran dan motivasi guna membentuk karakter siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Tadulako Nambaso di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
"Pendampingan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan permainan edukatif yang dirancang untuk mendorong partisipasi siswa, sekaligus membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan," kata Kepala SRT 20 Tadulako Nambaso Anita di Palu, Selasa.
Ia mengemukakan para kadet memberikan pembelajaran edukasi selama lama 14 hari untuk membentuk karakter, menanamkan wawasan kebangsaan, dan meningkatkan kedisiplinan serta motivasi belajar siswa.
Kehadiran para kadet diharapkan dapat membantu membiasakan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami mengapresiasi keterlibatan Unhan ikut mendampingi memberikan pembelajaran kepada peserta didik kami di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Pendampingan juga diharapkan membantu siswa beradaptasi dengan pola kehidupan di asrama, terutama dalam membangun kemandirian, menaati aturan, serta membiasakan diri menjalankan kegiatan secara teratur.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, para kadet turut berinteraksi dengan siswa melalui berbagai aktivitas edukasi, pendekatan itu diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus memperkuat hubungan antara pendamping dan siswa.
"Selama berada di Sekolah Rakyat mereka membimbing siswa dalam kebiasaan sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, melipat selimut, menata pakaian, serta menjaga kebersihan," ucap Anita.
Ia memaparkan Sekolah Rakyat hadir bukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri, tetapi juga memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem (Desil 1–2).
"Sebagai penanggung jawab sekolah, kami terus mengoptimalkan pendidikan karakter kepada anak-anak, supaya mereka tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga cerdas secara emosional," kata Anita.
Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.