Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan tetap mengikuti informasi resmi,
Paringin (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam tiga hari terakhir.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Balangan Haji Rahmi menyampaikan, peningkatan kabut asap terjadi setelah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sebelumnya menghasilkan hujan di sejumlah wilayah Kalsel dihentikan.
“Dampak kemarin tiga hari itu tidak terlalu berlanjut signifikan dan kembali ke cuaca kering,” ucap Haji Rahmi di Kantor BPBD Kabupaten Balangan, Kamis.
Ia mengatakan hujan tersebut berlangsung selama beberapa hari dengan durasi sekitar 20-30 menit dan intensitas cukup deras.
Namun, upaya lanjutan pada 9-13 September tidak memberikan hasil yang diharapkan karena ketersediaan bibit awan yang dapat dikembangkan menjadi hujan sangat terbatas.
“Analisa awal memang bibit awan yang bisa dikumpulkan untuk menjadi hujan itu sangat tipis dan bahkan hampir tidak ada,” katanya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), operasi modifikasi cuaca di Kalsel pada 5-8 September memang tercatat sebagai kegiatan pembasahan gambut dan penanganan karhutla dengan pengguna jasa BNPB.
Kalak BPBD Kabupaten Balangan menyebutkan, kondisi tersebut diperburuk oleh puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Selain itu, kebakaran pada lahan gambut di sejumlah wilayah Kalsel masih berdampak terhadap kualitas udara dan sebaran asap.
Haji Rahmi menyampaikan berdasarkan informasi yang diterima BPBD dari BMKG, pergerakan angin menuju barat laut hingga utara menyebabkan asap menyebar ke sejumlah wilayah Kalsel, terutama kawasan Banua Enam.
“Jadi ini tidak hanya terjadi di Balangan. Kita mengalami dampak yang menyeluruh di Kalsel, khususnya di Banua Enam,” ujar Haji Rahmi.
Ia menambahkan Balangan belum memiliki alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sehingga BPBD turut berkoordinasi dengan kabupaten tetangga untuk memperoleh gambaran kondisi kualitas udara.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit bawaan.
“Harapannya masyarakat terus juga meng-update informasi ini dari sumber-sumber yang valid agar informasi secara akurat dan tidak membuat masyarakat menjadi panik dan salah langkah,” kata Haji Rahmi.
"BPBD Kabupaten Balangan bersama pemangku kepentingan terkait, terus melakukan penanganan karhutla dengan sumber daya yang tersedia serta memantau perkembangan kondisi asap di wilayah tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, hujan hasil OMC pada awal September turut membantu meningkatkan kelembapan lahan dan menekan titik panas di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.
Pemerintah melalui berbagai instansi juga menjalankan penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan dukungan operasi udara.
Pewarta: M. Fattahillah Ajrun Azhiima
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.