Kuala Lumpur -
Panasnya Kuala Lumpur langsung berganti dengan udara pegunungan yang sejuk saat menuju Genting Highlands. Perjalanan semakin berkesan ketika cable car membawa kami melayang di atas hamparan hutan hijau dengan panorama yang memanjakan mata.
Genting Highlands merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Malaysia. Berlokasi di Pegunungan Titiwangsa, kawasan ini terkenal dengan udara sejuknya, berbagai wahana hiburan, serta kasino yang menjadi satu-satunya kasino legal di Malaysia.
Dari kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, kami memilih menggunakan Grab untuk menuju Genting Highlands. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam 15 menit, tergantung kondisi lalu lintas, dengan tarif berkisar RM45-RM70 atau sekitar Rp170.000-Rp270.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin jauh meninggalkan pusat kota, pemandangan mulai berubah. Jalanan yang semula dipenuhi kendaraan perlahan berganti menjadi jalur pegunungan yang berkelok-kelok. Hamparan pepohonan hijau, kabut tipis, dan udara yang semakin dingin menyambut perjalanan kami menuju kawasan Genting Highlands. Suasananya terasa kontras dengan hiruk-pikuk Kuala Lumpur dan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Grab kemudian menurunkan kami di Awana SkyCentral, pusat transportasi menuju Genting Highlands sekaligus titik keberangkatan Awana SkyWay Cable Car. Kawasan ini cukup lengkap, mulai dari loket pembelian tiket cable car, terminal bus, restoran, food court, hingga gerai berbagai merek ternama.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak, kami menyempatkan diri berfoto di sekitar air mancur menari yang menjadi salah satu ikon Awana SkyCentral.
Untuk mencapai puncak Genting Highlands, sebagian besar wisatawan memilih menggunakan Awana SkyWay Cable Car. Tiket dapat dibeli langsung di loket yang tersedia.
Tersedia dua pilihan gondola. Standard Gondola dengan lantai tertutup dibanderol RM11 atau sekitar Rp43.000 untuk sekali jalan dan RM19 atau sekitar Rp74.000 untuk pulang pergi. Sementara Glass Floor Gondola menawarkan sensasi berbeda berkat lantai kaca transparan yang memungkinkan penumpang melihat langsung pemandangan di bawah. Tarifnya RM50 atau sekitar Rp195.000 untuk sekali jalan dan RM98 atau sekitar Rp382.000 untuk pulang pergi.
Setelah mengantre beberapa menit, akhirnya kami memasuki gondola yang dapat menampung enam hingga sepuluh orang. Perlahan, kabin mulai meninggalkan stasiun dan membawa kami semakin tinggi.
Dari balik kaca gondola terlihat hamparan hutan hijau yang luas, jalan pegunungan yang berkelok-kelok, hingga kendaraan yang tampak seperti miniatur dari ketinggian. Perjalanan menuju SkyAvenue Station hanya berlangsung sekitar 10 menit, tetapi pemandangan yang tersaji membuat waktu terasa begitu singkat.
Sesekali gondola bergoyang saat melintasi kawasan hutan. Meski sempat membuat kami sedikit tegang, justru momen itu menjadi pengalaman yang seru dan tak terlupakan.
Di tengah perjalanan, cable car juga melintasi Chin Swee Caves Temple, sebuah kuil yang dibangun untuk menghormati Pendeta Chin Swee sekaligus menjadi simbol perjuangan Tan Sri Lim Goh Tong, pendiri Resorts World Genting. Sayangnya, kali ini kami tidak sempat singgah untuk mengunjunginya.
Sesampainya di SkyAvenue, kami langsung berkeliling menikmati kawasan hiburan yang dipenuhi berbagai toko, restoran, pusat perbelanjaan, hingga area permainan. Udara di puncak terasa jauh lebih dingin dibandingkan Kuala Lumpur. Bahkan, saat perjalanan naik, kaca gondola sempat dipenuhi embun akibat suhu yang rendah dan kabut yang cukup tebal.
Kami menghabiskan waktu dengan bersantai, berfoto, dan menjelajahi setiap sudut kawasan sebelum akhirnya kembali turun menggunakan cable car menjelang sore.
Setelah tiba di Awana SkyCentral, rasa lapar pun menghampiri. Kami memilih makan di food court yang menawarkan beragam pilihan kuliner, mulai dari masakan khas Malaysia hingga hidangan Indonesia seperti penyetan, sate, dan ayam gepuk. Pilihan kami akhirnya jatuh pada nasi kandar dengan aneka lauk yang disiram kuah kari bercita rasa gurih dan kaya rempah.
Selain pilihan kulinernya yang beragam, kawasan ini juga terasa sangat nyaman karena bersih, tertata rapi, dan dilengkapi fasilitas umum yang terawat, termasuk area toilet.
Menjelang malam, kami kembali memesan Grab menuju hotel di Bukit Bintang dengan tarif sekitar RM80 atau Rp350.000. Rasa lelah setelah seharian berkeliling membuat perjalanan pulang terasa begitu singkat karena hampir sepanjang perjalanan kami tertidur.
Meski melelahkan, perjalanan ke Genting Highlands menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama berada di Malaysia. Perpaduan udara pegunungan yang sejuk, panorama indah dari atas cable car, serta kawasan wisata modern menjadikan Genting Highlands sebagai destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Negeri Jiran.