Kabupaten Morowali Utara terapkan digitalisasi perbendaharaan daerah
Rabu, 19 Agustus 2026 17:53 WIB
Tangkap layar- Tampilan aplikasi sistem informasi perbendaharaan Morowali Utara (SiPerbend) yang diluncurkan BPKAD Kabupaten Morowali Utara guna menguatkan tata kelola keuangan yang transparan. ANTARA/HO-Humas Pemkab Morut
Kolonodale, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mulai menerapkan sistem digitalisasi perbendaharaan daerah guna penguatan tata kelola keuangan yang transparan.
"Kami beralih dari perbendaharaan manual menggunakan sistem digitalisasi lewat satu inovasi sistem informasi perbendaharaan Morowali Utara (SiPerbend) guba memantapkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah," kata Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Morowali Utara Meitry Sari Laema di Kolonodale, Rabu.
Ia mengemukakan inovasi itu dirancang untuk membuat pengelolaan tagihan daerah lebih cepat, akurat, transparan, efisien, sekaligus lebih mudah diawasi.
"Yang mana SiPerbend merupakan inovasi digital dalam tata kelola keuangan daerah yang mengubah proses pengelolaan tagihan dari pola kerja konvensional menjadi sistem elektronik dan terintegrasi," ujarnya.
Menurut Meitry, melalui aplikasi tersebut seluruh siklus proses tagihan dapat dilakukan dalam satu wadah digital, mulai dari pengajuan, verifikasi, persetujuan, hingga pencairan, tanpa bergantung pada berkas fisik.
Ia menjelaskan inovasi yang digagas oleh BPKAD ini bukan sekadar memindahkan pekerjaan dari kertas ke sistem digital, tetapi yang ingin diubah adalah tata kelola perbendaharaan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Pada implementasinya digitalisasi harus memberi manfaat nyata bagi kualitas pengelolaan keuangan daerah," ucapnya.
Meitry menyebutkan salah satu perubahan utama yang ditawarkan SiPerbend, yakni digitalisasi dokumen dan proses tagihan, dokumen dapat diunggah dalam format elektronik serta divalidasi secara otomatis maupun manual.
Lewat sistem ini, kata dia. proses pemeriksaan kelengkapan berkas dapat dilakukan lebih cepat dan data anggaran yang terhubung dengan posisi kas membantu mendeteksi kesalahan perhitungan, maupun ketidaksesuaian anggaran sejak awal.
Selain itu melalui implementasi pemanfaatan digital ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan alat tulis kantor (ATK) ataupun perlengkapan administrasi lainnya, pada saat yang sama dokumen fisik dapat mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan dan mobilitas berkas antarpihak.
"SiPerbend memungkinkan status tagihan terpantau tepat waktu oleh pihak yang berwenang, baik pengaju maupun pihak yang melakukan verifikasi," tutur Meitry.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026