Selasa, 22 September 2026 - 23:28 WIB
VIVA – Kesuksesan film animasi JUMBO rupanya tidak berhenti setelah penonton meninggalkan bioskop. Film yang telah mengumpulkan lebih dari 10,2 juta penonton di Indonesia itu kini mulai dikembangkan menjadi pengalaman yang memungkinkan penonton masuk lebih jauh ke dalam dunia ceritanya.
Baca Juga
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Visinema memperluas ekosistem intellectual property (IP) JUMBO. Berkolaborasi dengan Discovery Ancol Hotel, sejumlah elemen yang dikenal dalam film dihadirkan dalam bentuk ruang dan aktivitas yang dapat dinikmati bersama keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengunjung bisa menemukan sejumlah lokasi yang terinspirasi dari cerita JUMBO, mulai dari Ruang Tamu Oma, Kamar Don, Sepeda Nurman, hingga Kampung Seruni. Kehadiran berbagai elemen tersebut membuat dunia yang sebelumnya hanya hadir melalui animasi kini dapat dijelajahi secara langsung.
Baca Juga
Film JUMBO sendiri mencatat sejumlah pencapaian di dalam dan luar negeri. Film ini telah menjadi film animasi dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Asia Tenggara, mendapatkan hak tayang di lebih dari 40 negara, serta masuk jajaran enam besar box office Korea Selatan.
Founder & CEO Visinema Group, Angga Dwimas Sasongko, mengatakan JUMBO sejak awal tidak hanya diposisikan sebagai tontonan, tetapi juga membawa pesan mengenai keluarga, mimpi, dan pengalaman masa kecil.
Baca Juga
"Buat kami di Visinema, JUMBO bukan sekadar film. JUMBO adalah ruang untuk mengingatkan kita semua bahwa setiap anak berhak bermimpi, setiap keluarga punya cerita, dan kebersamaan adalah sesuatu yang perlu terus dirayakan. Lewat kolaborasi dengan Discovery Ancol Hotel, kami ingin menghadirkan dunia JUMBO menjadi tempat di mana cerita itu bisa benar-benar dialami dan dirasakan, bukan hanya ditonton. Harapan kami, setiap keluarga yang datang bisa pulang dengan kenangan indah dan berkesan, karena kami percaya: cerita terbaik adalah cerita yang bisa kita alami bersama dan cerita yang terus hidup lintas generasi," ujar Angga Dwimas Sasongko saat konferensi pers di Discovery Ancol Hotel, Jakarta, Senin 21 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
![]()
Pengembangan IP melalui pengalaman fisik tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir dalam peluncuran kolaborasi ini, melihat langkah tersebut sebagai contoh bagaimana karya kreatif lokal dapat berkembang melampaui medium awalnya.
Halaman Selanjutnya
"Kolaborasi ini menunjukkan Intellectual Property (IP) Indonesia dapat terus berkembang melampaui medium asalnya, lintas subsektor dan menghadirkan dampak yang lebih luas. Ketika IP lokal dihadirkan dalam berbagai pengalaman yang dekat dengan masyarakat, kita bukan hanya memperkuat ekosistem kreatif nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan," jelas Irene Umar.