Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menanggapi bentrokan yang pecah dalam peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu.
JK yang juga merupakan Tokoh Perdamaian Aceh mengatakan, situasi zikir dan doa bersama kemudian berubah setelah muncul aksi demonstrasi dan pengibaran bendera bulan bintang, yang memicu perhatian aparat keamanan.
"Keamanan, polisi dan TNI tentu menolak atau berusaha agar tidak terjadi kerusuhan dan apalagi pengibaran bendera. Tidak terjadi konflik," ujarnya.
Sumber Masalah
JK menilai bentrokan di Hari Damai Aceh berkaitan dengan dinamika internal kelompok di Aceh, bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah pusat. Ia mengungkan sumber masalah karena ada sebagian kelompok yang merasa tidak puas terhadap kepemimpinan di daerah.
"Ini adalah ekspresi antara ketidaksenangan dan juga keinginan yang masih ada kelompok-kelompok, walaupun kecil, tetapi dapat memprovokasi masyarakat di sana," kata JK.
Ia juga menyoroti saat bentrokan berlangsung tokoh utama Aceh tidak berada di Banda Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) berada di Kuala Lumpur untuk menjalani pengobatan, sedangkan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud menjalani pengobatan di Penang.
"Jadi hampir tidak ada pimpinan yang berpengaruh berada di Banda Aceh pada saat ini. Hanya wakil gubernur dan tentu pihak kepolisian," ungkapnya.
Menurut dia, selama 21 tahun terakhir kepemimpinan Aceh banyak diisi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari mantan kelompok atau ekskombatan dan telah dipilih secara demokratis lewat Pemilu.
Meski demikian, JK menegaskan aksi tersebut tidak mewakili suara mayoritas masyarakat Aceh yang menginginkan perdamaian.
Ia mengingatkan bahwa perdamaian telah membawa banyak perubahan positif bagi Aceh.
"Rakyat Aceh selalu ingin damai," katanya.
Ia berharap masyarakat Aceh dapat mengambil pelajaran dari perjalanan perdamaian yang sudah berlangsung lebih dari dua dasawarsa. Sebabnya, berbagai hak dan dukungan pemerintah pusat melalui dana otonomi khusus telah memberikan manfaat besar bagi pembangunan Aceh.
Baca juga: Mualem ajak masyarakat Aceh rawat perdamaian dalam peringatan Hari Damai Aceh
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.