AKURAT.CO Pemerintah Jerman kembali menyerukan agar bantuan kemanusiaan Gaza dapat dikirim tanpa hambatan di tengah krisis yang masih melanda wilayah tersebut. Berlin menegaskan bahwa sebagai pihak yang menduduki wilayah, Israel memiliki kewajiban untuk menjamin distribusi bantuan bagi warga sipil.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Josef Hinterseher, menyampaikan seruan itu dalam konferensi pers di Berlin pada Senin. Menurutnya, kondisi kemanusiaan di Gaza memang menunjukkan sedikit perbaikan, namun proses pemulihan dan rekonstruksi masih jauh dari memadai.
“Seruan kami adalah memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan, yang merupakan kewajiban pihak pendudukan,” kata Hinterseher.
Jerman Minta Israel Aktifkan Pemindai Kargo di Perbatasan Eretz
Selain menyoroti distribusi bantuan, Jerman juga mendesak Israel segera menggunakan pemindai kargo milik Angkatan Darat Jerman yang telah tersedia di perlintasan Eretz.
Hinterseher menjelaskan bahwa alat tersebut dirancang untuk mempercepat pemeriksaan barang-barang dual-use, yaitu material yang memiliki fungsi sipil namun juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Menurut Berlin, barang-barang tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun kembali rumah-rumah warga sebelum musim dingin tiba.
“Kami berharap pemindai ini digunakan sehingga barang-barang dual-use dapat dimanfaatkan untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Rekonstruksi Gaza Dinilai Masih Tertinggal
Pemerintah Jerman menilai pelaksanaan rencana pemulihan Gaza belum memasuki tahap yang mampu menjawab kebutuhan utama masyarakat, terutama pembangunan kembali permukiman dan infrastruktur yang hancur akibat perang.
Data UN Satellite Centre (UNOSAT) menunjukkan skala kerusakan di Gaza masih sangat besar. Berdasarkan penilaian citra satelit hingga 16 Juni 2026, lebih dari 201.000 bangunan atau sekitar 82 persen dari seluruh struktur di Jalur Gaza mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut mencakup kawasan permukiman, fasilitas publik, serta infrastruktur penting yang menjadi penopang kehidupan warga.
Sumber: Anadolu