Elephants

Jangan Terkecoh! 4 Istilah Ini Bisa Berarti Menu Restoran Berbahan Frozen Food

July 13, 2026

Jakarta -

Beberapa menu di restoran memiliki deskripsi menarik perhatian. Namun, beberapa istilah yang dipakai disebut-sebut justru menandakan makanan terbuat dari frozen food.

Deskripsi menu di restoran seringkali menggunakan psikologi pemasaran yang ditujukan untuk memanipulasi persepsi. Restoran merancang kata-kata ini supaya makanan terdengar lebih eksklusif, autentik, dan juga lebih bernilai tinggi.

Pada akhirnya, pelanggan yang membaca deskripsi tersebut tergoda memesan dan rela mengeluarkan uangnya untuk makanan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya tidak ada salahnya mencoba makanan di restoran. Beberapa restoran juga benar-benar menyajikan makanan sesuai dengan deskripsi yang mereka berikan.

Sayangnya, beberapa restoran masih ada yang suka memberikan informasi tidak jujur. Istilah tertentu di menu bahkan mengindikasikan jika makanan tersebut dibuat dari bahan makanan beku atau frozen food.

Lantas, frasa menu apa saja yang perlu diwaspadai di restoran? Dilansir dari (11/4), berikut daftarnya!

1. 'Dimasak perlahan' atau 'Slow Cooked'

Ilustrasi semur ikanBeberapa restoran menulis menunya dimasak dengan teknik clow cooked atau dimasak perlahan. Foto: Getty Images/ALLEKO

Istilah 'slow cooked' merujuk pada makanan yang diolah menggunakan metode slow cooking atau teknik memasak dengan suhu rendah dalam waktu sangat lama. Biasanya membutuhkan waktu berjam-jam dan sering menggunakan alat bernama slow cooker.

Istilah ini memang terdengar istimewa dan mengesankan. Membangkitkan gambaran seolah seorang nenek sedang berdiri di atas kompor sepanjang hari memasak hidangan tersebut.

Faktanya, banyak sup, semur, dan saus yang dilabeli seperti itu justru aslinya terbuat dari makanan yang sudah dibekukan dalam porsi besar. Kemudian dipanaskan kembali sesuai pesanan.

Proses memasak perlahan mungkin memang benar dilakukan, tetapi sudah beberapa minggu bahkan beberapa bulan lalu.

Penggunaan bahan beku membantu restoran mengurangi limbah makanan, menyederhanakan manajemen inventaris, dan memastikan ketersediaan menu sepanjang tahun.

2. 'Buatan tangan' atau 'hand crafted'

Tips membuat roti panggang keju lumerAda juga restoran yang menggunakan frasa hand crafted yang terdengar ekslusif. Foto: Getty Images/iStockphoto/Oleksandr Todorov

Frasa 'handmade', 'handcrafted', atau 'buatan tangan' mungkin terdengar meyakinkan. Hal ini menyiratkan kesegaran, perhatian, dan keterampilan dalam makanan.

Kenyataannya, menurut orang-orang yang pernah bekerja di restoran, istilah buatan sendiri adalah salah satu yang paling sering disalahgunakan.

Di beberapa dapur, istilah tersebut hanya menunjukkan jika staff menyiapkan produk di akhir, tetapi setiap komponennya tetap dalam keadaan beku.

3. 'Dipanggang dalam oven'

roasted chickenBeberapa restoran juga menjual menu mereka dengan label dipanggang dalam oven. Foto: instagram

Istilah 'oven roasted' terdengar istimewa karena menyiratkan teknik memasak profesional yang menghasilkan karamelisasi sempurna, aroma smokey, hingga tekstur luar yang renyah tetapi dalamnya juicy.

Namun itu bukan berarti para chef restoran memasak khusus di atas api setiap ada pesanan datang. Bisa jadi ini kode untuk produk beku yang mendapat sedikit semburan panas langsung sesaat sebelum keluar dari dapur, sehingga memberikan tampilan sedikit 'gosong' atau 'terkaramelisasi.'

4. 'Chef's Signature'

Beberapa restoran juga seringkali menawarkan menu spesial buatan chef atau 'chef's signature' yang terdengar lebih ekslusif.

Tetapi hidangan khas ini seringkali melibatkan item paling standar di dapur. Artinya, menu seringkali dibuat dari bahan-bahan belu yang sudah disiapkan sebelumnya.

Misalnya pasta yang sudah diporsikan sebelumnya dimasak lagi dari kemasan ke piring dalam hitungan menit. Penggunaan frozen food ini juga biasa dilakukan untuk menjaga konsistensi rasa dan mempercepat waktu penyajian.

Halaman 2 dari 2

(aqr/adr)