Elephants

Jakpro dorong warga pilah sampah dari sumber lewat program komunitas

September 30, 2026

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mendorong masyarakat untuk berperan langsung dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya melalui program berbasis komunitas.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin program TJSL Jakpro tidak berhenti pada pemberian bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut dapat menciptakan perubahan, membangun kemandirian masyarakat, dan memberikan manfaat yang dapat diukur,” kata VP Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Perseroda), M. Alfin Rinaldinsyah di Jakarta, Rabu.

Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas tersebut menerapkan sistem pilah yang berjalan secara mandiri di enam RT, terdiri dari tiga RT di RW 006 Sunter Agung, Jakarta Utara dan tiga RT di wilayah RW Papanggo, Jakarta Utara.

Program ini ditargetkan mencapai pemilahan hingga 3.850–4.000 kilogram sampah bernilai jual, yang diasumsikan akan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp11,5–Rp12 juta hingga akhir Desember 2026.

Tak hanya itu, program tersebut juga diprakirakan berkontribusi terhadap penghindaran emisi sekitar 5.800–6.000 kilogram CO₂e atau sekitar 5,8–6 ton CO₂e.

Alfin menjelaskan program ini menargetkan partisipasi masyarakat sekitar 80 persen dari total kepala keluarga (KK) pada Desember 2026.

Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat akan menunjukkan pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama ketika masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama.

Alfin menilai pendekatan berbasis komunitas menjadi penting karena keberlanjutan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sehari-hari.

“Melalui program ini, kami mendorong prinsip dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Ketika masyarakat sudah mampu menjalankan sistem pemilahan secara mandiri, program tersebut telah menciptakan fondasi perubahan yang lebih berkelanjutan,” jelas Alfin.

Atas capaian tersebut, Jakpro melakukan evaluasi untuk melihat peluang perluasan program ke RT dan RW lainnya.

Pengembangan program akan mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Baca juga: DLH DKI ajak perusahaan perkuat pemilahan sampah dari sumber

Baca juga: DLH DKI: Keterbatasan personel jadi kendala edukasi pemilahan sampah

Baca juga: RW 06 Srengseng Sawah jadi percontohan kolaborasi pilah angkut sampah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.