Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:22 WIB
Jakarta, VIVA – PTPN I (Persero) memastikan bahwa aspek bisnisnya memiliki lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara. Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III Holding ini memastikan bahwa visinya segaris dengan ketersediaan pangan.
Baca Juga
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras menjelaskan, sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri, telah membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hadir dengan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern, juga menempatkan PTPN I sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer sains kepada masyarakat luas," kata Rivai dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Baca Juga
Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras (kiri)
Photo :
- [Istimewa]
Posisi strategis itu mengemuka dalam forum dialog dalam rangka "Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia", dan peluncuran buku karya Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu 1 Agustus 2026.
Baca Juga
Sejumlah tokoh nasional diketahui juga turut hadir pada peluncuran buku, yang berjudul "Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara" tersebut.
Selain membedah sari pati isi buku, Rivai yang juga alumnus Program Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) itu juga menarik benang merah antara PTPN I dan ketahanan negara. Dia menyebut, dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran yang luas, dan misi yang humanis, PTPN I memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan.
Selain diskusi, acara juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das'ad Latif yang memberikan perspektif spiritual yang mendalam.
Paparan isi buku dan visi PTPN I dijelaskan Rivai, sebagai relasi yang sangat kuat. Program Asta Cita Presiden Prabowo menurutnya juga sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab setiap insan PTPN I, dalam mendukung pembangunan bangsa khususnya pada aspek ketahanan pangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka," ujar Rivai.
"Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Dia juga mengutip beberapa data fundamental dalam buku dan orasinya. Berdasarkan data pemerintah, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.