Bagikan:
JAKARTA - Beberapa waktu belakangan, slow jogging menjadi tren olahraga yang digemari di Korea Selatan. Berbeda dengan jogging biasanya yang identik dengan kecepatan tinggi, slow jogging dilakukan dengan tempo lebih santai.
Dikutip dari Health, pada Senin, 3 Agustus 2026, slow jogging merupakan metode berlari dengan intensitas ringan. Teknik ini menekan pada langkah pendek, pendaratan kaki bagian depan atau tengah secara lembut, serta menjaga tubuh tetap rileks.
Olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh. Dengan demikian, slow jogging cocok dilakukan oleh berbagai usia, anak muda hingga lansia dan tipe pemula yang baru mulai olahraga.
Belakangan slow jogging menjadi tren olahraga di Korea Selatan karena beberapa faktor yang berkaitan dengan gaya hidup, kesehatan, dan budaya masyarakatnya.
Masyarakat Korea Selatan memiliki rutinitas kerja padat. Dengan demikian, slow jogging lebih mudah dilakukan seperti di taman atau lingkungan sekitar rumah tanpa memerlukan peralatan khusus.
Tak hanya itu, slow jogging juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Mulai dari meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat otot kaki, membantu membakar kalori, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
BACA JUGA:
Dengan intensitasnya yang rendah, slow jogging juga dapat mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan bisa dilakukan dalam jangka panjang karena tidak memberikan beban terlalu berat.
“Berlari dengan ritme lambat akan merangsang pertumbuhan lebih banyak pembuluh darah kapiler baru, sehingga oksigen lebih mudah masuk ke otot. Selain itu, latihan ketahanan ini juga meningkatkan jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai pabrik energi bagi otot tubuh,” kata pelari dan profesor ilmu olahraga, Todd Buckingham, PhD.
Adapun cara melakukan slow jogging sangatlah mudah, sebagai berikut ini.
- Mulai dengan pemanasan sekitar 5-10 menit.
- Kemudian berlari dengan kecepatan sangat santai seperti berjalan cepat, tteapi tetap dengan gerakan berlari kecil.
- Gunakan langkah pendek dan ringan, usahakan mendaratkan kaki dengan lembut, jaga tubuh tetap tegak dengan bahu yang rileks dan bernapas secara alami.
- Tidak perlu paksakan kecepatan, dan Anda bisa melakukannya sekitar 20-30 menit setiap hari, lalu tingkatkan durasi secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+