Elephants

Jadi Korban Penipuan, Kedai Bebek Ini Dituduh Jual Makanan Terkontaminasi

August 21, 2026

Jakarta -

Pedagang bebek rebus ini kaget setelah dituduh menjual makanan terkontaminasi telur lalat. Tuduhan itu ternyata diduga modus penipuan untuk meminta kompensasi.

Banyak kedai makanan yang terlalu mengutamakan kepuasan pelanggan, sampai-sampai selalu berusaha menjawab komplain yang datang. Namun l tuduhan terkait kebersihan makanan juga membuat seorang pedagang harus melakukan pengecekan.

Dilansir dari Mothership, (19/8/2026), Seorang perempuan menghubungi pedagang bebek rebus bernama Ah Xiao Braised Duck. Ia mengaku menemukan benda putih yang diduga telur lalat di dalam makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan itu juga mengirimkan foto benda yang disebut mencurigakan melalui WhatsApp. Pesannya diterima pedagang bernama Bai Ruihai pada 16 Agustus 2026.

Jadi Korban Penipuan, Kedai Bebek Ini Dituduh Jual Makanan TerkontaminasiSebuah kedai bebek, tiba-tiba menerima keluhan dari pelanggannya. Foto: Mothership

Tak hanya melaporkan masalah makanan, perempuan tersebut meminta kompensasi kepada pedagang. Ia juga disebut mengancam akan memberikan ulasan buruk jika permintaannya tidak dipenuhi.

Ancaman lain juga muncul dalam pesan tersebut. Perempuan itu dikabarkan akan mengadukan pedagang kepada pihak berwenang bila tidak mendapat kompensasi.

Menurut laporan Lianhe Zaobao, perempuan tersebut berbicara dengan aksen Mandarin. Bai kemudian mencoba menggali informasi untuk memastikan apakah laporan itu benar.

Ia menanyakan makanan yang dibeli, lokasi pembelian, hingga harga makanan tersebut. Namun, perempuan itu disebut hanya bisa menyebut lokasi tempat makan.

Ia tidak dapat menyebut nama kios maupun jenis makanan yang dibeli. Bai juga menanyakan waktu perempuan tersebut mengunjungi kios untuk memastikannya melalui rekaman CCTV.

Jadi Korban Penipuan, Kedai Bebek Ini Dituduh Jual Makanan TerkontaminasiDalam percakapan yang dilakukan pemilik kedai, ditemukan bahwa keluhan tersebut ternyata modus penipuan. Foto: Mothership

Jawaban yang diberikan justru semakin membuka kejanggalan. Perempuan itu mengaku datang sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Padahal, kios milik Bai diketahui hanya beroperasi hingga sekitar pukul 13.00. Artinya, waktu kunjungan yang disebut perempuan tersebut terjadi setelah kios tutup.

"Saya tutup jauh sebelum pukul 15.00, jadi bagaimana mungkin saya menjual makanan dengan telur serangga?," kata Bai.

Setelah mengetahui kejanggalan itu, percakapan mereka berakhir. Bai kemudian menduga laporan tersebut merupakan bagian dari modus penipuan.

Menurut Bai, pedagang yang lebih tua bisa saja merasa takut ketika mendapat ancaman semacam itu. Kondisi tersebut berpotensi membuat mereka memberikan uang demi menghindari masalah.

(dfl/dfl)