Jakarta -
Batik Madura tampil dengan wajah baru di tangan Ivan Gunawan. Lewat fashion exhibition Nusanova 2.0: Sekar Jagat, desainer sekaligus presenter itu menunjukkan bahwa batik tak lagi hanya identik dengan pakaian formal, tetapi juga bisa menjelma menjadi busana modern yang layak tampil di red carpet.
Pameran yang berlangsung di D'Gallerie, Jakarta, pada 3-9 Agustus 2026 ini merupakan edisi kedua Nusanova, sebuah brand sekaligus platform yang digagas Ivan Gunawan. Lewar bran tersebut, Ivan mengangkat kekayaan wastra Indonesia melalui perpaduan fashion, seni, dan budaya.
Untuk koleksi kali ini, desainer 44 tahun itu mengangkat Batik motif sekar jagat khas Pamekasan, Madura. Motif yang dikenal kaya warna dan penuh detail itu ia olah menjadi deretan busana bersiluet tegas dengan sentuhan feminin dan edgy, jauh dari kesan tradisional yang selama ini melekat pada batik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ivan Gunawan gelar fashion exhibition Nusanova 2.0: Sekar Jagat Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik
"Saya ingin menunjukkan bahwa batik bisa menjadi edgy, girly, structured, bahkan tampil di red carpet. Sudah waktunya dunia melihat bahwa batik Indonesia adalah karya seni yang dibuat 100 persen secara handmade," kata Ivan Gunawan kepada Wolipop di sela pameran Nusanova 2.0: Sekar Jagat, di Barito, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Ivan Gunawan gelar fashion exhibition Nusanova 2.0: Sekar Jagat Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik
Keunikan koleksi ini tak hanya terlihat dari desainnya. Seluruh busana dibuat menggunakan batik tulis yang dikerjakan secara manual oleh para perajin. Salah satunya dalam satu lembar kain dipadukan hingga tiga komposisi motif berbeda sehingga setiap busana memiliki karakter yang unik dan tidak ada yang benar-benar sama.
"Kenapa Sekar Jagat? Karena punya persamaan sama Igun. Dalam satu karakter ada banyak motif, sama kayak aku yang punya banyak karakter. Kadang jadi presenter, kadang jadi desainer," ujar Ivan.
Nusanova 2.0 dikemas sebagai instalasi fashion. Pengunjung diajak menyelami proses lahirnya sebuah koleksi, mulai dari eksplorasi motif, pemilihan material, hingga proses pembuatannya.
Ivan Gunawan gelar fashion exhibition Nusanova 2.0: Sekar Jagat Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik
Tak hanya menampilkan koleksi busana, Nusanova 2.0 juga menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah seniman. Salah satunya adalah seniman tekstil Intan Anggita Pratiwie yang menciptakan instalasi berbentuk pohon dari sisa-sisa kain produksi koleksi Ivan Gunawan. Melalui pendekatan upcycling, potongan kain yang sebelumnya dianggap limbah diubah menjadi karya seni baru.
Fashion exhibition ini masih berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan terbuka gratis untuk masyarakat umum. Ivan berharap setiap pengunjung tak sekadar datang untuk melihat koleksi, tetapi juga pulang dengan cara pandang baru tentang batik dan wastra Indonesia.
"Saya ingin orang yang datang pulang membawa pengalaman dan perspektif baru tentang batik. Fashion adalah salah satu cara paling indah untuk merayakan budaya," tutup Ivan Gunawan.
(kik/kik)