Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:11 WIB
Tangerang Selatan, VIVA – Kendaraan komersial di Indonesia mulai mengalami perubahan fungsi seiring berkembangnya kebutuhan pelaku usaha. Mobil niaga kini tidak lagi hanya dipakai untuk mengangkut barang, tetapi juga dikembangkan menjadi bagian dari model bisnis itu sendiri.
Baca Juga
PT Isuzu Astra Motor Indonesia melihat tren tersebut semakin kuat karena pelaku usaha membutuhkan kendaraan yang bisa disesuaikan dengan karakter operasional masing-masing. Kebutuhan itu mendorong kolaborasi antara produsen kendaraan, perusahaan karoseri, dan pemilik merek dari berbagai industri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Communication Management Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa Moeloek, mengatakan kendaraan niaga perlu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan. Karena itu, kendaraan komersial harus mampu beradaptasi dengan pola bisnis yang terus berubah.
Baca Juga
“Kami memandang kendaraan niaga bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai solusi yang mampu mendorong produktivitas dan pertumbuhan bisnis pelanggan,” ujarnya dalam rangkaian GIIAS 2026, dikutip VIVA Otomotif Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Isuzu, tren kendaraan komersial ke depan akan semakin mengarah pada personalisasi. Bentuk bodi, tata ruang, perlengkapan, hingga fungsi kendaraan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan usaha pelanggan.
Baca Juga
Pendekatan tersebut memungkinkan satu platform kendaraan digunakan untuk berbagai sektor. Kendaraan yang sama dapat dikembangkan untuk kebutuhan distribusi, layanan jasa, industri kreatif, hingga fasilitas usaha bergerak.
Salah satu kendaraan yang digunakan untuk menunjukkan fleksibilitas tersebut adalah Isuzu Traga. Kendaraan niaga ringan ini memiliki area kargo sepanjang 2,8 meter dan lebar 1,6 meter yang memberi ruang cukup besar untuk pengembangan karoseri.
Product Manager PT Delima Mandiri, Albertus Whitney, mengatakan kebutuhan pelanggan menjadi dasar utama dalam proses pembangunan karoseri. Aspek fungsional, keamanan, kenyamanan, dan efisiensi ruang perlu diperhitungkan agar kendaraan tetap sesuai untuk operasional harian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kendaraan niaga dapat diubah menjadi fasilitas bisnis bergerak yang siap mendukung operasional pelanggan di berbagai sektor industri,” tuturnya.
Selain fleksibilitas bodi, kendaraan komersial juga dituntut memiliki biaya operasional yang efisien. Isuzu Traga menggunakan mesin diesel 2.499 cc dengan tenaga 80 PS dan torsi maksimum 18,5 kgm yang dipadukan transmisi manual lima percepatan.
Halaman Selanjutnya
Isuzu juga membekali kendaraan tersebut dengan sistem penyaringan bahan bakar ganda melalui tambahan pre-fuel filter. Sistem ini diklaim membantu menjaga kinerja mesin, menekan risiko gangguan pada sistem injeksi, dan mendukung kompatibilitas dengan bahan bakar B50.