Bagikan:
JAKARTA - Iran menegaskan keinginannya untuk menjamin keamanan pelayaran kapal di Selat Hormuz, namun kembali menyatakan Amerika Serikat menghambat upaya tersebut.
Pembicaraan di Oman pada akhir pekan lalu difokuskan sepenuhnya pada pengaturan baru untuk selat tersebut.
"Upaya kami adalah mencapai suatu mekanisme, melalui konsultasi dengan Oman, untuk menjamin keamanan pelayaran kapal," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, Senin, 13 Juli dilansir dari CNN.
“Tapi hal ini tidak tercapai akibat tekanan terbuka maupun terselubung dari Amerika Serikat terhadap Oman,” sambungnya.
Pernyataan Baghaei disampaikan setelah serangan AS yang berlangsung selama dua malam berturut-turut di wilayah Iran, yang dibalas oleh Iran dengan menyasar fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk.
“Selama Washington terus melanggar komitmennya, Republik Islam Iran pun akan menahan diri untuk tidak memenuhi kewajiban yang telah disepakatinya," kata Baghaei.
Sebagai negara pesisir, Iran ditegaskan memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, “demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional kami," ujar Baghaei.
BACA JUGA:
Selain itu, klaim AS mengenai pengawalan kapal komersial justru menjadi bukti niat Washington untuk melanggengkan ketidakamanan di kawasan tersebut.
Iran bersikeras mereka memiliki peran dalam mengatur lalu lintas di Selat tersebut. Sementara Amerika Serikat menuntut kebebasan navigasi tanpa hambatan dan mendorong kapal-kapal untuk menggunakan rute yang dekat dengan pesisir Oman.
Pada akhir pekan lalu, kapal kontainer India dihantam oleh pesawat nirawak (drone) di lepas pantai Oman. Angkatan Laut IRGC Iran menyatakan kapal yang menggunakan rute tidak resmi di Selat tersebut 'terkena' tembakan peringatan dan kemudian dihentikan.
Insiden itu memicu serangan lanjutan oleh AS pada Sabtu dan Minggu, 12 Juli malam waktu lokal.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+