Kamis, 30 Juli 2026, 14:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia masih berlanjut sepanjang 2026. Hingga 30 Juli 2026, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp95,06 triliun di pasar reguler. Meski menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai arus keluar dana tersebut lebih dipicu faktor global ketimbang pelemahan fundamental pasar modal domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pergerakan dana asing harus dilihat dalam konteks dinamika pasar keuangan global, termasuk ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta perubahan preferensi investor terhadap aset di negara berkembang (emerging markets).
"Arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Meski secara kumulatif investor asing masih mencatatkan jual bersih sejak awal tahun, Hasan menyebut tekanan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pada periode 13-17 Juli 2026, investor asing kembali membukukan net buy secara agregat sebesar Rp0,44 triliun atau sekitar Rp440 miliar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal awal membaiknya stabilitas pasar.
Di sisi lain, investor domestik dinilai masih menjadi penopang utama likuiditas dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga mampu menjaga ketahanan pasar di tengah volatilitas global.
Untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus menjalankan sejumlah agenda reformasi.
Langkah tersebut meliputi peningkatan transparansi data kepemilikan saham guna mendukung penentuan free float, penyempurnaan metodologi penilaian High Sustainability Company (HSC), penguatan pengawasan perdagangan berbasis data, serta penyempurnaan regulasi untuk meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Babak Akhir, OJK Bidik Rampung September
Baca Juga: OJK Sebut Indonesia Perlu 30 IPO Setiap Tahun demi Capai Target 1.100 Emiten
Selain itu, OJK akan memperkuat komunikasi dengan investor institusi global dan penyedia indeks internasional. Regulator juga mendorong peningkatan kualitas emiten melalui penguatan tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi, serta perlindungan investor.
Hasan optimistis berbagai langkah reformasi tersebut dapat meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia dan menarik investasi yang lebih berkualitas dalam jangka panjang.
"Melalui berbagai inisiatif reformasi ini, kami berharap investability pasar modal Indonesia semakin meningkat sehingga dapat menarik investasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," tutup Hasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.