Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:42 WIB
Jakarta, VIVA – Perilaku konsumen digital sedang mengalami perubahan besar. Cara masyarakat menemukan produk, membandingkan harga hingga mengambil keputusan pembelian kini semakin dipengaruhi media sosial, kecerdasan buatan (AI), serta tuntutan terhadap kecepatan dan kemudahan.
Baca Juga
Perubahan ini bukan sekadar tren sesaat. Laporan McKinsey State of the Consumer 2026, dikutip VIVA Sabtu, (03/10/2026), menunjukkan bahwa perjalanan konsumen menuju pembelian kini semakin kompleks. Media sosial memainkan peran penting dalam berbagai tahap perjalanan tersebut, sementara AI mulai ikut menentukan bagaimana konsumen mencari dan memilih produk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Survei McKinsey terhadap 4.863 konsumen di lima negara menemukan sekitar seperempat responden telah menggunakan AI generatif untuk berbelanja.
Baca Juga
Media sosial berubah menjadi etalase digital
Konsumen tidak lagi selalu memulai pencarian produk dari mesin pencari atau situs resmi merek. Media sosial semakin berfungsi sebagai tempat menemukan inspirasi sekaligus produk baru.
Baca Juga
McKinsey mencatat penggunaan media sosial untuk riset produk meningkat rata-rata menjadi 32 persen, dibandingkan 27 persen pada 2023. Di India, sekitar separuh konsumen yang disurvei bahkan menggunakan media sosial untuk mencari informasi produk sebelum membeli.
Data DHL memperkuat perubahan tersebut. Dalam laporan 2026 Social Commerce Trends, hampir lima dari 10 pembeli di dunia telah melakukan pembelian melalui media sosial. Sebanyak 67 persen juga memperkirakan akan semakin sering berbelanja melalui kanal tersebut hingga 2030.
Namun, tingginya penggunaan belum otomatis berarti tingginya kepercayaan. Konsumen tetap mempertimbangkan ulasan, rekomendasi orang terdekat, reputasi merek, serta pengalaman sebelumnya sebelum mengeluarkan uang.
AI mulai masuk ke ruang belanja
Jika sebelumnya AI lebih dikenal sebagai alat untuk membuat teks atau gambar, kini teknologi tersebut mulai mengambil peran dalam perjalanan belanja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Riset IBM yang diterbitkan melalui National Retail Federation pada 2026 menemukan 41 persen konsumen menggunakan asisten AI untuk mencari informasi produk, 33 persen untuk mencari ulasan, dan 31 persen untuk menemukan penawaran atau diskon. Di sisi lain, 72 persen konsumen masih berbelanja di toko fisik, menunjukkan bahwa pengalaman digital dan offline belum sepenuhnya terpisah.
Generative AI juga semakin umum digunakan. Survei Deloitte terhadap sekitar 3.500 konsumen Amerika Serikat pada Juni 2025 menunjukkan 53 persen responden telah mencoba atau menggunakan generative AI, naik dari 38 persen pada 2024. Namun, 74 persen responden yang mengenal atau mencoba AI mengatakan semakin populernya teknologi tersebut membuat mereka lebih sulit mempercayai informasi yang dilihat secara online.
Halaman Selanjutnya
Harga, kecepatan, dan kepercayaan tetap menjadi kunci