Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia telah merekrut setidaknya delapan warga negara Indonesia (WNI) ke dalam angkatan bersenjatanya untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Hal ini disampaikan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina, dalam laporan yang diterbitkan pada 27 Agustus melalui Telegram.
Dikutip dari laman The New Voice of Ukraine, Senin (31/8/2026), badan tersebut menyatakan telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi perekrutan tersebut. Dikatakan bahwa, upaya tersebut telah memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.
Langkah itu juga diklaim sebagai bukti dukungan global terhadap perang Rusia di Ukraina. Meningkatnya perekrutan warga asing juga terjadi karena menurunnya ketersediaan warga Rusia untuk berkontrak dengan militer Moskow.
Pilihan Redaksi
- Uganda Berduka, Raja Termuda Dunia Oyo Nyimba Meninggal di Usia 34
- Ribut Dengan Presiden, Wapres Pilih Mengundurkan Diri
- Penerbangan Kacau Total, Penumpang Terlantar hingga Tidur di Lantai
- Langit Membara, Potret Rudal Iran Meluncur Bombardir Pangkalan AS
- Video: Pilu Pemakaman Korban Banjir Nepal, Ratusan Jasad Tak Dikenali
"Di tengah masalah sosial-ekonomi negara, perang, dan kemungkinan adanya gelombang mobilisasi baru, ketidakpuasan publik di Rusia terus meningkat," menurut intelijen Ukraina.
"Kremlin sedang mencari 'umpan meriam' baru di kepulauan Indonesia," tambah pernyataan itu.
Dikatakan bahwa warga negara asing yang menjadi tentara Rusia dijanjikan bayaran tinggi, posisi non-tempur, serta akses yang dipermudah untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia. Mereka juga akan mendapat tunjangan sosial.
"Namun, mereka yang direkrut sering kali tidak menyadari bahwa pada akhirnya mereka bisa saja dikirim ke garis depan pertempuran," klaim laporan tersebut.
Sebelumnya, Rusia menggunakan skema serupa untuk merekrut warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Setelah tiba di Rusia, banyak dari mereka langsung dikirim ke garis depan tanpa pelatihan militer yang memadai.
"Beberapa di antaranya tewas hanya dalam beberapa minggu pertama," tambah laman tersebut lagi.
Sementara itu, di April 2025, media independen Rusia Important Stories, mengutip data bocoran dari Sistem Informasi dan Analisis Medis Terpadu Rusia. Dilaporkan bahwa 48 negara turut bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina sebagai tentara bayaran.
Menurut media tersebut, lebih dari 1.500 warga negara asing kemungkinan telah direkrut ke dalam militer Rusia di wilayah Moskow saja antara April 2023 dan Mei 2024. Pada April 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan bahwa lebih dari 300 tentara asing yang sempat bertugas di pihak Rusia kini berada dalam tahanan Ukraina.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]