Elephants

Ini 7 Ciri Anak yang Memiliki EQ Tinggi, Empatinya Kuat

August 9, 2026

CNN Indonesia

Senin, 10 Agu 2026 06:45 WIB

Penting bagi orang tua mengenali ciri anak yang memiliki EQ tinggi. Kecerdasan emosional ini bisa dilatih sejak dini.
Ilustrasi. Penting bagi orang tua mengenali ciri anak yang memiliki EQ tinggi. Kecerdasan emosional ini bisa dilatih sejak dini dan menentukan kesuksesan anak nantinya. (iStockphoto/PeopleImages)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kecerdasan emosional atau EQ sama pentingnya dengan IQ, bahkan aspek ini bisa lebih menentukan kesuksesan seseorang. Itulah mengapa orang tua perlu mengenali ciri anak yang memiliki EQ tinggi sejak dini.

Tak hanya mengenali cirinya, orang tua juga bisa mengajarkan jenis kecerdasan ini terhadap anak. Dengan membiasakan anak peka terhadap emosi, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih empatik dan matang secara sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun mengutip Verywell Mind, EQ adalah kemampuan memahami, mengenali, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Ini dia beberapa ciri anak yang memiliki EQ tinggi:

1. Memiliki kesadaran diri

Anak dengan EQ tinggi biasanya punya self-awareness atau kesadaran diri yang baik. Menurut CNBC Make It, anak jadi cenderung mengenal kelebihan dan kekurangannya, serta memahami bagaimana sikap mereka dapat memengaruhi orang lain.

Anak juga cenderung memiliki kepercayaan diri yang sehat. Ia tidak takut menyampaikan kebutuhan atau pendapatnya dengan sopan. Selain itu, ia paham bahwa cara ia melihat dirinya belum tentu sama dengan pandangan orang lain.

Pilihan Redaksi

2. Memiliki motivasi kuat

Salah satu ciri anak yang memiliki EQ tinggi, yaitu tidak mudah menyerah pada hal yang dianggap penting. Ia punya dorongan belajar besar, senang bertanya, dan penasaran terhadap banyak hal.

Ketika gagal, ia tidak langsung putus asa, tetapi belajar dari kesalahan. Sikap ini membuat anak lebih tangguh saat menghadapi tantangan.

3. Punya empati tinggi

Empati merupakan kemampuan memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Anak yang empatik biasanya mampu bekerja sama dalam tim dan peduli pada perasaan teman.

Ia berusaha melihat situasi dari sudut pandang orang lain sebelum bereaksi. Anak seperti ini juga lebih mudah menjalin pertemanan yang sehat.

4. Mampu membaca isyarat nonverbal

Menuru laman Good to Know, anak yang peka terhadap ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh orang lain, biasanya memiliki EQ tinggi. Ia bisa menangkap perasaan teman meski tidak diucapkan secara langsung.

Misalnya, ia menyadari temannya diam dan terlihat murung, lalu bertanya apakah ada yang sedang mengganggu pikirannya. Kemampuan ini menunjukkan kepekaan sosial yang berkembang dengan baik.

5. Bisa menyebutkan emosi yang dirasakan

Ilustrasi ayah dan anak laki-lakiIlustrasi. Anak bisa menyebutkan emosinya dengan baik merupakan salah satu ciri anak yang memiliki EQ tinggi. (iStock/imtmphoto)

Anak yang cerdas secara emosional mampu memberi nama pada emosinya sendiri. Ia dapat berkata, "Aku kecewa karena tidak berhasil," atau "Aku senang karena berhasil membantu teman."

Kebiasaan ini penting karena membantu anak memahami apa yang sedang ia rasakan. Saat emosi bisa diungkapkan dengan jelas, anak juga lebih mudah mengelolanya secara sehat.

6. Mudah beradaptasi

Perubahan sering kali membuat anak kecewa, tetapi anak dengan EQ tinggi cenderung lebih fleksibel. Saat rencana berubah, ia tidak langsung tantrum dan masih bisa menerima alternatif lain.

Contohnya, ketika agenda piknik batal, anak tetap senang dengan kegiatan di dalam rumah. Kemampuan beradaptasi seperti ini menunjukkan kematangan emosi yang baik.

7. Menjadi pendengar yang baik

Anak yang mau mendengar dengan sungguh-sungguh biasanya lebih peka terhadap perasaan orang lain. Ia menunjukkan rasa ingin tahu, mengajukan pertanyaan, dan memperhatikan cerita yang disampaikan.

Saat orang tua memberi perhatian penuh ketika ia berbicara, kemampuan mendengarnya juga akan ikut berkembang. Anak yang terbiasa mendengarkan akan lebih mudah memahami emosi dan kebutuhan orang lain.

Mengetahui ciri anak yang memiliki EQ tinggi membantu orang tua memahami perkembangan emosional buah hati sejak dini.

Sebagai orang tua, Anda bisa mengembangkan kecerdasan emosional anak dengan menjadi role model yang baik. Orang tua bisa mulai dari hal sederhana, seperti memberi contoh pengelolaan emosi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

(rti)