Elephants

Inggris Ogah-Ogahan Hadapi Prancis, Tuchel: Tak Ada yang Ingin Main Perebutan Tempat Ketiga

July 17, 2026

Thomas Tuchel jelang Prancis vs Inggris

Kekecewaan masih terasa di kubu Inggris setelah mimpi mengangkat trofi Piala Dunia 2026 pupus di semifinal. Meski begitu, Thomas Tuchel memastikan timnya tetap akan tampil profesional saat menghadapi Prancis pada laga perebutan peringkat ketiga.

Pelatih The Three Lions itu bahkan mengakui pertandingan tersebut bukan laga yang benar-benar diinginkan kedua tim. Inggris gagal melaju ke final setelah kalah 1-2 dari Argentina, sedangkan Prancis tersingkir usai takluk 0-2 dari Spanyol.

Tuchel: Semua Ingin Bermain di Final

Inggris sempat berada di atas angin ketika Anthony Gordon membawa timnya unggul lebih dulu atas Argentina. Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir laga setelah Enzo Fernández dan Lautaro Martínez membalikkan keadaan untuk memastikan kemenangan Albiceleste.

Usai pertandingan, Tuchel mengaku suasana ruang ganti masih dipenuhi rasa kecewa.

“Tidak ada pemain kami maupun pemain Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini. Mereka ingin bermain di final. Kami sudah memberikan segalanya untuk mencapainya. Semua orang bermain untuk menjadi juara dunia, tetapi memang seperti itulah kenyataannya.”

Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti kondisi kebugaran timnya. Inggris memiliki waktu pemulihan satu hari lebih sedikit dibanding Prancis sebelum pertandingan perebutan posisi ketiga yang akan digelar Minggu, 19 Juli. Dalam WIB, laga tersebut berlangsung pada Minggu malam hingga Senin dini hari, tergantung jadwal resmi kick-off.

BACA JUGA:

Meski demikian, Tuchel menegaskan timnya tetap akan menjalani pertandingan secara profesional.

“Kami memiliki satu hari masa pemulihan lebih sedikit dibanding Prancis, tetapi kami akan menjalani pertandingan ini secara profesional.”

Tetap Menganggap Semifinal Sebuah Pencapaian

Tuchel juga menilai keberhasilan mencapai empat besar tetap layak diapresiasi, walaupun saat ini sulit diterima oleh semua pihak karena target utama adalah tampil di final.

Menurutnya, kesempatan bermain di Piala Dunia hanya datang setiap empat tahun sehingga mencapai semifinal merupakan prestasi yang tidak mudah diraih.

“Kami harus menunggu empat tahun lagi untuk mengikuti Piala Dunia berikutnya. Lolos ke semifinal sudah merupakan pencapaian. Banyak negara besar tersingkir sebelum babak itu. Namun saat ini tidak ada yang ingin mendengar hal tersebut, termasuk saya sendiri, karena kami menuntut standar yang sangat tinggi.”

Tuchel Tetap Membela Keputusannya

Kekalahan dari Argentina memicu kritik terhadap pendekatan taktik Tuchel. Ia menjadi sasaran kritik karena mengubah formasi menjadi lima bek setelah Inggris unggul melalui gol Anthony Gordon.

Perubahan itu dinilai memberi ruang bagi Argentina untuk terus menekan hingga akhirnya membalikkan keadaan. Mantan penyerang Inggris, Wayne Rooney, termasuk yang menilai pendekatan tersebut justru mengundang tekanan terhadap lini pertahanan The Three Lions.

Meski begitu, Tuchel tidak menganggap keputusan taktiknya sebagai penyebab kekalahan dan menolak mengambil seluruh tanggung jawab atas hasil tersebut. Di tengah derasnya kritik, posisinya sebagai pelatih Inggris juga disebut masih aman.

Hampir semua tim yang gagal ke final memang sulit mengembalikan motivasi hanya dalam hitungan hari.

Namun, pertandingan ini tetap penting karena menyangkut harga diri tim nasional. Cara Inggris merespons kekecewaan melawan Prancis bisa menjadi ukuran mental skuad sekaligus bahan evaluasi menjelang siklus Piala Dunia berikutnya.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.