Elephants

INFOGRAFIK: Bertahan Hidup di Negara Rawan Bencana - Infografik Katadata.co.id

September 13, 2026

Indonesia diguncang bencana beruntun sejak Agustus. Gempa bumi M7,7 di Pulau Flores, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan, hingga erupsi sejumlah gunung berapi secara bersamaan. Dalam World Risk Index 2025, Indonesia menempati urutan ke-3 negara dengan risiko bencana tertinggi setelah Filipina dan India.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, seluruh kabupaten/kota di Indonesia berada dalam kondisi rawan bencana dengan tingkat sedang hingga tinggi. Sepanjang 2026 saja, Indonesia sudah mengalami ribuan kali bencana yang menyebabkan ratusan ribu rumah dan fasilitas publik rusak.

“Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana, yang didominasi bencana hidrometeorologi serta bencana geologi,” kata Sekretaris Utama BNPB Rustian, dikutip dari Antara, Selasa, 8 September.

Untuk bencana hidrometeorologi, Indonesia paling banyak mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang mencapai 627 kali per 7 September. Kejadian bencana karhutla ini meningkat memasuki puncak musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi antara Juli-September 2026.

Sedangkan untuk bencana geologi, Indonesia tercatat mengalami 13 kali bencana gempa bumi dan tiga kali bencana erupsi gunung berapi. Hal ini tidak lepas dari faktor Indonesia yang masuk dalam kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Untuk itu, BNPB menyusun buku saku tanggap menghadapi bencana yang dapat diakses publik di sini. Buku ini membantu memahami ancaman bencana apa saja yang mengintai Indonesia, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan hingga karhutla.

Selain itu, buku memuat panduan yang dapat diikuti masyarakat sebelum bencana terjadi, saat bencana, dan pasca-bencana, beserta parameter-parameter teknis yang perlu dipahami masyarakat. Misalnya, terkait indeks kualitas udara yang penting dipahami masyarakat terdampak karhutla, skala magnitudo gempa bumi, hingga tingkatan status gunung api serta penjelasan Kawasan Rawan Bencana (KRB).