AKURAT.CO Otoritas Thailand menyelidiki sebuah klinik di Bangkok setelah seorang pengusaha sekaligus influencer asal Inggris kelahiran Nigeria, Igho Ubiribo, meninggal dunia setelah menjalani prosedur pembesaran penis menggunakan suntikan asam hialuronat.
Ubiribo, 43 tahun, meninggal pada 6 Maret lalu. Menurut hasil pemeriksaan koroner di London yang diumumkan bulan lalu, penyebab kematiannya berkaitan dengan suntikan asam hialuronat yang diterimanya beberapa jam sebelum meninggal.
Kasus ini kini memicu perhatian terhadap praktik wisata medis di Thailand, negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata medis dunia, termasuk untuk prosedur estetika. Kementerian Kesehatan Thailand telah memerintahkan penyelidikan dan petugas mendatangi klinik tersebut.
Menurut laporan koroner, Ubiribo sempat menjalani pijat setelah mendapat suntikan. Tak lama kemudian ia mengeluhkan nyeri dada dan pingsan. Ia dibawa ke rumah sakit dengan dugaan emboli paru, tetapi kehilangan kesadaran sebelum menjalani pemeriksaan CT scan. Tim medis berusaha melakukan resusitasi selama lebih dari 100 menit sebelum ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 01.00.
Kementerian Kesehatan Thailand juga menyatakan polisi ikut menyelidiki kasus tersebut. Pemerintah ingin memastikan klinik yang menangani Ubiribo memiliki izin dan menjalankan prosedur kesehatan serta keselamatan sesuai ketentuan.
Pihak pengelola klinik mengatakan Ubiribo merupakan pasien rutin sejak 2024 dan telah menjalani lima kali suntikan pembesaran penis. Pada prosedur terakhir, 5 Maret, ia menerima 40 mililiter filler. Dokter disebut menyarankan prosedur dibagi menjadi dua sesi, tetapi Ubiribo meminta seluruh bahan disuntikkan dalam satu sesi.
Asam hialuronat banyak digunakan dalam prosedur estetika dan umumnya dianggap minim invasif serta berisiko relatif rendah. Namun, kasus Ubiribo kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dalam prosedur kecantikan, terutama di tengah berkembangnya industri estetika Thailand. Pada 2024, negara itu tercatat memiliki sekitar 7.000 klinik estetika, dengan 2.000 di antaranya berada di Bangkok.
Sumber: Euronews