Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:06 WIB
VIVA – Cuplikan film Inem Pelayan Sexy kembali mencuri perhatian di media sosial, bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Film komedi yang populer pada era 1970-an tersebut kembali diperbincangkan karena ceritanya tidak hanya menghadirkan humor, tetapi juga menyelipkan kritik terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Baca Juga
Salah satu cuplikan yang ramai dibagikan berasal dari Inem Pelayan Sexy Kedua yang dirilis pada 1977. Meski sudah berusia hampir lima dekade, cerita dan karakter di dalamnya kembali membuat publik penasaran dengan sosok Inem serta sejarah film komedi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut ulasannya, sebagaimana dihimpun Viva pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga
Kisah Inem Pelayan Sexy
Inem Pelayan Sexy merupakan film Indonesia yang dirilis pada 1976 dan disutradarai oleh Nya' Abbas Akup. Film ini dibintangi Doris Callebaut sebagai Inem, Jalal sebagai Brontoyudo, serta Titiek Puspa sebagai Bu Cokro.
Baca Juga
Cerita berpusat pada Brontoyudo, seorang direktur perusahaan yang sebelumnya mengawali usahanya dari berjualan sate. Ia kemudian jatuh cinta kepada Inem, seorang pelayan yang bekerja di keluarga Cokro.
Hubungan tersebut membuat situasi menjadi rumit. Kehadiran Inem memicu gunjingan dari lingkungan keluarga para pegawai Brontoyudo. Di sisi lain, film ini menggambarkan bagaimana kehidupan keluarga berada ternyata sangat bergantung pada keberadaan pekerja rumah tangga.
Melalui cerita tersebut, Nya' Abbas Akup menyisipkan kritik terhadap kehidupan kelas atas. Komedi digunakan untuk memperlihatkan persoalan sosial yang pada masa itu dekat dengan kehidupan masyarakat.
Berlanjut ke Film Kedua
Kesuksesan film pertama kemudian dilanjutkan melalui Inem Pelayan Sexy Kedua pada 1977. Doris Callebaut kembali memerankan Inem, sementara A. Djalal berperan sebagai Brontoyudo dan Titiek Puspa sebagai Nyonya Cokro.
Dalam film kedua, kehidupan Inem telah berubah. Ia sudah menjadi seorang nyonya besar, tetapi tetap tidak lepas dari persoalan dan gunjingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konflik muncul ketika Inem bertemu dengan mantan suaminya. Brontoyudo yang melihat kedekatan keduanya merasa cemburu. Nyonya Cokro kemudian mendorong suaminya mencari jalan keluar dengan membuka lamaran untuk pembantu baru.
Berbagai calon pembantu pun datang. Namun, Inem justru tidak menunjukkan rasa cemburu seperti yang mungkin dibayangkan. Pada bagian akhir, alasan kedekatan Inem dengan mantan suaminya baru terungkap. Hubungan mereka ternyata berkaitan dengan kegiatan sosial yang dilakukan Inem, termasuk mendirikan sekolah asrama untuk anak-anak yatim piatu.
Halaman Selanjutnya
Sosok Nya' Abbas Akup