Indosat catat pertumbuhan double digit berbasis teknologi AI
Selasa, 28 Juli 2026 22:05 WIB
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan kinerja keuangan dan operasional yang kuat sepanjang semester pertama 2026 berkat percepatan transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI). ANTARA/HO-Indosat
Yogyakarta (ANTARA) - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) membukukan kinerja keuangan dan operasional yang kuat sepanjang semester pertama 2026 berkat percepatan transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, Perseroan berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan pendapatan tersebut diiringi kenaikan EBITDA sebesar 14 persen YoY menjadi Rp14,6 triliun, serta lonjakan laba bersih terdistribusi yang dinormalisasi sebesar 49,2 persen YoY hingga mencapai Rp3,2 triliun.
Penggunaan fitur AI seperti Anti-Spam, Sahabat-AI, hingga Gemini AI turut mendorong kenaikan trafik data sebesar 19,9 persen YoY dengan Average Revenue Per User (ARPU) naik menjadi Rp46 ribu dari total 93,4 juta pelanggan seluler.
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan efektivitas strategi perusahaan dalam bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
"Pertumbuhan double digit ini menjadi bukti kuat momentum positif transformasi kami untuk memperkuat kapabilitas sebagai mesin pertumbuhan masa depan sekaligus membangun ekosistem AI di Indonesia," ujar Fahd Yudhanegoro.
Untuk memperkuat bisnis teknologinya, Indosat membentuk PT Infra Fiber Teknologi bersama Arsari Group melalui skema asset-light pengalihan 86.000 kilometer serat optik senilai Rp11,7 triliun.
Di sektor AI Cloud, Perseroan mencatatkan lompatan pendapatan signifikan mencapai 33 juta dolar AS pada semester I 2026, melebihi total capaian sepanjang tahun 2025 yang sebesar 28 juta dolar AS.
Kapasitas jaringan Indosat juga makin solid berkat tambahan spektrum 80 MHz di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna mendukung monetisasi layanan Indosat5G serta Fixed Wireless Access (FWA).
Tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, optimalisasi jaringan berbasis AI berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan hingga 50,89 persen.
Selain itu, Indosat bersama Kemnaker RI dan Wadhwani Foundation berkomitmen mengembangkan satu juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga tahun 2029 mendatang.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026