Elephants

Indonesia Punya Modal Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia, Ini Buktinya

July 17, 2026

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia. Selain memiliki lebih dari 240 juta penduduk Muslim, Indonesia juga terus memperkuat industri keuangan syariah, penerbitan sukuk negara, hingga mendorong inovasi digital.

Potensi tersebut menjadi sorotan dalam International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026 yang digelar di Markas World Bank, Washington D.C., Amerika Serikat.

Forum yang menjadi bagian dari kelompok EDS16 World Bank ini mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, lembaga keuangan, organisasi filantropi, hingga pelaku industri dari berbagai negara. Mereka membahas strategi memperkuat ekonomi dan keuangan Islam sebagai pendorong pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Sejumlah institusi terkemuka turut hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Tazkia Bogor, Dompet Dhuafa, Center for Technology & Innovation Studies (CTIS) Jakarta, University of Pennsylvania, Columbia University, Georgetown University, IMAAM Center Maryland, Islamic Bank of Thailand, hingga World Bank.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dunia.

"Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dunia. Melalui kolaborasi internasional, penguatan riset, inovasi digital, serta optimalisasi instrumen keuangan dan sosial Islam, kita dapat menghadirkan solusi pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi masyarakat global," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi kunci agar ekonomi syariah mampu memberikan manfaat yang lebih luas dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dunia.