Elephants

Indonesia Kecam Keras Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Kemlu: Ancam Perdagangan Dunia

July 24, 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:56 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras terhadap serangkaian serangan yang menyasar kapal-kapal komersial di perairan internasional Laut Merah.

Baca Juga

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia menilai aksi tersebut bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam keselamatan pelayaran global, kelancaran perdagangan internasional, serta stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataan resminya, Kemlu menegaskan bahwa kebebasan bernavigasi di perairan internasional merupakan prinsip yang harus dihormati seluruh pihak. Serangan terhadap kapal-kapal sipil dinilai bertentangan dengan ketentuan hukum internasional yang berlaku.

Baca Juga

“Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Merah. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,” tulis Kemlu RI, melalui keterangan resminya, Jumat 24 Juli 2026.

Indonesia juga menyerukan seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Baca Juga

Menurut Kemlu, penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi pijakan utama dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi, serta menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS),” ujarnya.

Selain menyoroti situasi di Laut Merah, Indonesia kembali menegaskan sikapnya terhadap konflik di Yaman. Pemerintah mendukung penyelesaian konflik melalui jalur politik yang inklusif dengan mengedepankan kepemimpinan dan kepemilikan penuh oleh rakyat Yaman di bawah fasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terkait konflik di Yaman, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui proses politik yang inklusif, Yemeni-led and Yemeni-owned, di bawah fasilitasi PBB, serta dengan menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman,” tutupnya.

tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Ilustrasi Minyak Iran

Iran: Gencatan Senjata Harus Cakup Semua Zona Konflik dari Lebanon ke Laut Merah

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh menegaskan, Teheran menolak gencatan senjata sementara dan berupaya mengakhiri perang di seluruh kawasan Timur Tengah.

VIVA.co.id

18 April 2026