Elephants

INALUM perkuat upaya penanganan karhutla di Kalimantan

September 7, 2026

INALUM perkuat upaya penanganan karhutla di Kalimantan

Senin, 7 September 2026 09:35 WIB

Image Print

Upaya penanganan karhutla oleh PT INALUM dan Grup MIND ID. ANTARA/HO-INALUM

Jakarta (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan mengerahkan dukungan personel dan fasilitas bersama Grup MIND ID.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menegaskan keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Bagi INALUM, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, ketika terdapat situasi darurat seperti karhutla, kami berupaya bergerak bersama seluruh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk membantu penanganannya. Kolaborasi menjadi kunci agar respons di lapangan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Melati dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Sebanyak 60 relawan pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID diterjunkan untuk membantu pengendalian titik api di sekitar wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

BAI merupakan anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) beserta fasilitas pendukungnya di wilayah tersebut.

Sejak 24 Agustus 2026, INALUM dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat setempat telah melakukan pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik api.

Upaya tersebut terus diperkuat karena sebagian area terdampak berada di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus.

Pada lahan gambut, api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan sehingga membutuhkan pemantauan, penyisiran, serta pendinginan secara berkelanjutan untuk memastikan api benar-benar padam.

Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin mengoordinasikan langsung pengerahan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID pada Jumat (4/9).

Personel tersebut merupakan gabungan dari INALUM, ANTAM, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.

Maroef mengatakan penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran Grup MIND ID ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian karhutla yang berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas sosial masyarakat.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Selain pengerahan personel, penguatan penanganan karhutla juga dilakukan melalui penyediaan perlengkapan pemadaman, peralatan keselamatan, serta dukungan medis bagi relawan dan masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut mencakup fasilitas kesehatan darurat, alat pelindung diri, hingga satu unit mobil pemadam kebakaran yang ditambahkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Sementara itu, Direktur Utama BAI Darwin Saleh Siregar menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Mempawah membutuhkan upaya yang tidak sederhana karena sebagian titik kebakaran berada di lahan gambut.

“Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah padam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang, ketersediaan sumber air yang memadai, serta penyisiran dan pendinginan berulang untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” ujar Darwin.

Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026