Elephants

Implementasi PSAK 117, Laba Bersih Ciputra Life Naik 95% Jadi Rp 99,3 Miliar di 2025

August 22, 2026

ILUSTRASI. Berdasarkan laporan keuangan 2025 sesuai PSAK 117 (audited), Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp 99,3 miliar pada 2025. (Dok/Ciputra Life)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan berdasarkan laporan keuangan 2025 sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 (audited), Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp 99,3 miliar pada 2025.

"Nilainya tumbuh 95%, jika dibandingkan pencapaian pada 2024 yang sebesar Rp 51,0 miliar," ungkapnya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/8).

Baca Juga: BSI Akan Ekspansi Bisnis Bullion, Siapkan Produk Simpanan Emas

Hengky menambahkan kinerja positif tercermin dari laba komprehensif tercatat sebesar Rp 122,3 miliar pada 2025, atau tumbuh 126% secara Year on Year (YoY).

Jika ditelaah, pendapatan jasa asuransi Ciputra Life tercatat sebesar Rp 245,9 miliar pada 2025, atau tumbuh 16,93% secara YoY. Adapun hasil jasa asuransi bersih tercatat Rp 84,93 miliar pada 2025, atau tumbuh 22,7% YoY.

Dari posisi keuangan, Hengky menuturkan perusahaan mencatatkan total aset mencapai Rp 1,3 triliun, atau tumbuh 29% YoY. Total investasi perusahaan mencapai Rp 1,1 triliun pada 2025, atau tumbuh 30% YoY. Dia bilang total ekuitas Ciputra Life mencapai Rp 312,3 miliar pada 2025, atau tumbuh 64% YoY.

Dari sisi solvabilitas, Hengky menerangkan Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada di level 315%, atau angkanya di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator sebesar 120%.

Terkait kinerja tersebut, Hengky menyampaikan bisnis asuransi jiwa kredit menjadi motor utama penopang pertumbuhan perusahaan sejauh ini, diikuti lini corporate solution. Selain itu, kinerja perusahaan juga ditopang dari strategi diversifikasi yang dilakukan.

Baca Juga: Pendapatan Tumbuh 5,86% pada Semester I-2026, TAFS Beberkan Faktor Penyebabnya  

Secara rinci, Hengky menyampaikan portofolio lini asuransi jiwa kredit perusahaan mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Multiguna, Kredit Tanpa Agunan (KTA), hingga Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adapun lini corporate solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024.

Hengky mengatakan pendorong lain yang turut mempengaruhi kinerja, yakni kehadiran produk dan layanan inovatif yang selalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nasabah. 

Selain itu, dia menyebut kinerja perusahaan juga didukung penguatan operasional dan digitalisasi. Sebab, tanpa operasional yang kuat, perusahaan tidak akan efisien dan produktif, serta tidak akan bisa memberikan pelayanan nasabah dengan baik. 

"Oleh karena itu, digitalisasi akan terus dilakukan kami. Fokusnya bukan hanya ke front end, melainkan untuk meningkatkan layanan dan mempermudah nasabah dalam menghubungi perusahaan. Dengan demikian, prosesnya bisa lebih cepat," tuturnya.

Hengky menerangkan Ciputra Life juga senantiasa menerapkan Good Corporate Governance dan risk management yang baik. Dia bilang hal itu menjadi fondasi perusahaan dalam menjalankan operasional.

Lebih lanjut, Hengky mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan, dan pengelolaan risiko ke depannya.

“Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal, dan pengelolaan risiko secara prudent,” kata Hengky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag