Banda Aceh (ANTARA) - Imigrasi Aceh melalui Imigrasi Meulaboh mengawasi 13 warga negara asing anak buah kapal terdampar di perairan Pulau Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan di Banda Aceh, Jumat, mengatakan belasan warga negara asing tersebut berasal dari Thailand. Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) MV Marunda Utama, kapal berbendera Thailand.
"Tim imigrasi mengawasi keberadaan warga negara Thailand tersebut setelah mereka terdampar di perairan Pulau Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, karena kapal yang mereka awaki mengalami kerusakan mesin," katanya.
Menurut Tato Juliadin Hidayawan, dalam kondisi tersebut mereka masuk secara legal. Kondisi saat mereka masuk wilayah Indonesia dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud Pasal 89 Permenkumham Nomor 9 Tahun 2024 tentang tata cara pemeriksaan keimigrasian terhadap orang masuk atau keluar wilayah Indonesia.
"Berdasarkan ketentuan tersebut, terhadap 13 anak buah kapal warga negara asing tersebut dapat dilaksanakan pemeriksaan keimigrasian sebagai orang asing yang memasuki wilayah Indonesia dalam keadaan darurat," katanya.
Saat ini, kata dia, tim imigrasi juga mengamankan paspor para anak buah kapal tersebut. Paspor tersebut dikembalikan kepada mereka setelah perbaikan kapal selesai dan ke-13 warga negara Thailand tersebut dapat melanjutkan perjalanan
Tato Juliadin Hidayawan mengatakan semua warga negara asing tersebut tetap berada di kapal yang mereka awaki. Pengawasan keimigrasian dilakukan untuk memastikan semua anak buah kapal tersebut tetap berada di kapal selama proses perbaikan selesai dan meninggalkan perairan Indonesia.
"Tim imigrasi juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan kapal asing tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Serta memastikan keberadaan mereka di wilayah Indonesia aman dan terkendali," kata Tato Juliadin Hidayawan.
Sebelumnya, MV Marunda Utama, kapal berbendera Thailand, diawaki 13 anak buah kapal yang semuanya warga negara Thailand, ditemukan lego jangkar di perairan Pulau Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, pada 24 Juli 2026 pukul 19.42 WIB, karena kerusakan mesin.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.