Elephants

IHSG pada Kamis pagi menguat di tengah pasar cermati sentimen global dan domestik

September 3, 2026

IHSG pada Kamis pagi menguat di tengah pasar cermati sentimen global dan domestik

Kamis, 3 September 2026 09:44 WIB

Image Print

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU/pri.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka menguat 37,05 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.632,83. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,30 poin atau 0,51 persen ke posisi 655,17.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.510, peluang penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.635 dan peluang tutup area gap di level 6.733, next area gap di level 6.858. Sebaliknya, apabila terjadi aksi profit taking, IHSG bisa kembali koreksi ke support 6,551 dan 6.510 dan 6.454,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk fasilitas pertahanan udara, radar, dan komunikasi.

Di sisi lain, perhatian investor terhadap kebijakan moneter global meningkat, setelah lonjakan yield obligasi pemerintah di berbagai negara memperkuat kekhawatiran bahwa suku bunga dapat bertahan tinggi lebih lama.

Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi, sementara data pasar tenaga kerja AS yang mulai melemah memberikan sinyal perlambatan ekonomi.

“Kondisi tersebut membuat pasar semakin bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi, dalam memperkirakan langkah The Fed selanjutnya,” ujar Liza.

Dari dalam negeri, pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, serta yield SBN tenor 10 tahun 6,9 persen.

Pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan 6,0-6,5 persen, pengangguran terbuka 4,30-4,87 persen, penciptaan 2,57–3,49 juta lapangan kerja baru, serta GNI per kapita 5.800-5.840 dolar AS.

Liza mengatakan, target pertumbuhan 6 persen tersebut mencerminkan ambisi pemerintah untuk mengakselerasi ekonomi dari pola pertumbuhan sekitar 5 persen, namun pencapaiannya masih menjadi tantangan mengingat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen (yoy) pada kuartal II 2026, melambat dari 5,61 persen pada kuartal sebelumnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat di tengah pasar cermati sentimen global dan domestik

Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.