Elephants

IHSG Ditutup Merah di Level 6.324 pada Perdagangan 22 Juli 2026, Rupiah Rp17.900 dan Sektor Kesehatan Jadi Beban

July 22, 2026

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi II pada Rabu, 22 Juli 2026, di zona merah. Setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya ditutup melemah 15,45 poin atau 0,24 persen ke level 6.324,57.

Baca Juga

Berdasarkan data penutupan perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.284,88 hingga 6.394,69. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.340,02.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelemahan IHSG pada akhir perdagangan melanjutkan tekanan yang telah terjadi sejak sesi pertama. Sentimen negatif datang di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS, serta tekanan pada mayoritas sektor saham.

Baca Juga

IHSG Sempat Berbalik Arah pada Sesi Pertama

Sebelumnya, pada perdagangan sesi I, IHSG sempat berbalik arah dan turun 0,39 persen ke posisi 6.315,55. Sementara itu, indeks saham LQ45 ikut terkoreksi 0,86 persen ke level 631,14.

Baca Juga

Pada sesi pertama, indeks bergerak di level tertinggi 6.394,68 dan terendah 6.297,86.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 366 saham ditutup melemah, 238 saham menguat, dan 190 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga tergolong ramai dengan total 1.811.687 kali transaksi, volume perdagangan mencapai 28,9 miliar saham, dan nilai transaksi harian sekitar Rp11,2 triliun.

Meski pada sesi kedua IHSG sempat memangkas pelemahan dibandingkan sesi pertama, indeks tetap tidak mampu keluar dari zona negatif hingga perdagangan berakhir.

Mayoritas Sektor Saham Masih Tertekan

Tekanan terhadap IHSG terutama dipicu pelemahan pada sejumlah sektor utama.

Sektor kesehatan menjadi sektor dengan koreksi terdalam setelah turun 1,25 persen. Selanjutnya, sektor transportasi melemah 1,11 persen, sektor keuangan turun 0,70 persen, sektor infrastruktur terkoreksi 0,57 persen, sektor basic materials melemah 0,54 persen, sektor consumer cyclical turun 0,27 persen, dan sektor energi terkoreksi 0,19 persen.

Di tengah tekanan tersebut, masih terdapat beberapa sektor yang berhasil bertahan di zona hijau.

Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 1,34 persen, diikuti sektor teknologi yang naik 1,16 persen, consumer non-siklikal menguat 0,49 persen, serta sektor industri yang bertambah 0,35 persen.

Pergerakan Sejumlah Saham

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa saham juga mencatatkan pergerakan yang cukup menarik sepanjang perdagangan.

Saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) turun 2,15 persen menjadi Rp91 per saham. Saham tersebut sempat dibuka menguat satu poin ke level Rp94, dengan pergerakan tertinggi di Rp94 dan terendah Rp90. Frekuensi transaksi mencapai 1.154 kali dengan volume 178.944 saham dan nilai transaksi sekitar Rp1,6 miliar.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terkoreksi 2,01 persen ke level Rp730 per saham. Saham KLBF dibuka di Rp740, sempat menyentuh level tertinggi Rp745 dan terendah Rp725. Volume perdagangan mencapai 527.928 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp38,7 miliar.