Elephants

IHSG ditutup menguat di tengah pasar nantikan data ketenagakerjaan AS

August 7, 2026

Labuan Bajo (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat di tengah pelaku pasar menantikan rilisnya data Non-Farm Payroll (NFP) atau ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.409,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,43 poin atau 1,49 persen ke posisi 640,29.

"Bursa regional Asia cenderung bergerak beragam jelang akhir pekan ini yang terbebani kondisi terakhir di Timur Tengah, dan penantian rilis data pekerja AS yang merupakan salah satu indikator untuk kebijakan moneter The Fed,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Harga minyak naik menyusul laporan serangan Iran di Selat Hormuz dan kurangnya kejelasan mengenai kesepakatan untuk membuka kembali jalur penting tersebut.

Baca juga: OJK: Investor pasar modal tumbuh 47,63 persen capai 30,06 juta SID

Iran berupaya membatasi kapal-kapal AS dan Israel menggunakan jalur tersebut sambil menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggapnya bermusuhan, sehingga membuat keraguan pelaku pasar akan kepastian upaya untuk sepenuhnya membuka kembali jalur di Selat Hormuz.

"Hal ini tentunya membuatkan harga minyak dunia dan ketegangan yang kembali memicu kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga ke depannya,” ujar Nico.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis laporan data Non-Farm Payroll (NFP) AS bulan Juli 2026 pada Jumat (07/08) waktu AS, yang sangat dinantikan untuk mendapatkan sinyal baru tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan moneter The Fed,

Para pejabat The Fed semakin mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk menaikkan suku bunga segera di tengah meningkatnya tekanan inflasi, dengan pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada September 2026.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.