AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Pergerakan pasar saham domestik masih dibayangi kenaikan harga minyak mentah Brent yang telah menembus USD100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.678,2. IHSG sempat bergerak menguat hingga mendekati level 6.700 sebelum akhirnya berbalik arah dan berakhir di zona merah.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau ke 6.700, Pasar Dibayangi Lonjakan Harga Minyak
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar. Harga minyak Brent yang mencapai USD100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Ketegangan AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang mendorong kecemasan tersebut.
Jika eskalasi berlanjut dan mengganggu distribusi minyak dari kawasan tersebut, kenaikan harga energi berpotensi kembali menekan sentimen pasar global.
Di sisi lain, pasar valuta asing domestik justru menunjukkan pergerakan positif. Rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,69% ke level Rp17.511 per USD pada perdagangan Rabu.
Penguatan rupiah terjadi sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati sejumlah indikator ekonomi, termasuk peningkatan indeks keyakinan konsumen serta perkembangan penjualan otomotif. Namun, pertumbuhan penjualan otomotif mengalami perlambatan pada Agustus 2026.
Pergerakan sektoral IHSG juga berlangsung beragam. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terbesar, yakni 1,33%. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik mencatat penguatan paling tinggi sebesar 2,14%.