IDI usulkan skrining kesehatan komprehensif bagi dokter internship
Kamis, 23 Juli 2026 12:39 WIB
Ilustrasi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (ANTARA/HO-Internet)
Bandarlampung (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan agar seluruh calon dokter internship menjalani pemeriksaan kesehatan secara komprehensif sebelum mulai bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Rekomendasi tersebut disampaikan setelah investigasi atas meninggalnya dokter internship dr. M Zulfikar Drakel mengarah pada dugaan adanya penyakit penyerta (underlying disease) yang sebelumnya tidak terdeteksi," kata Ketua IDI Lampung dr. Josi Harnos, dikonfirmasi di Bandarlampung, Kamis.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang selama ini dilakukan umumnya hanya sebatas pemeriksaan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, dan pemeriksaan umum lainnya.
"Selama ini mungkin hanya sebatas surat keterangan sehat dan pemeriksaan umum saja, belum ada pemeriksaan yang benar-benar komprehensif," katanya.
Ia menjelaskan, skrining yang lebih menyeluruh diperlukan agar penyakit yang belum terdiagnosis dapat diketahui sejak awal. Dengan demikian, dokter internship yang memiliki kondisi medis tertentu dapat memperoleh penanganan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas.
"Kalau ditemukan misalnya dokter tersebut menderita diabetes atau penyakit lainnya, bisa ditatalaksana terlebih dahulu," ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut penting mengingat dokter internship telah berstatus dokter dan menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat.
"Meski merupakan bagian dari program internship selama satu tahun sebagai bentuk pengabdian kepada negara, mereka tetap harus dipastikan berada dalam kondisi kesehatan yang layak untuk bertugas," kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.