Elephants

ICD Unesa evaluasi produksi sabun kopi kelompok Kalianyar - ANTARA News Jawa Timur

August 14, 2026
Program yang berkelanjutan harus mampu menyesuaikan tindak lanjut dengan kebutuhan peserta setelah mereka benar-benar mencoba keterampilan tersebut

Surabaya (ANTARA) - International Community Development Universitas Negeri Surabaya (ICD Unesa) mengevaluasi produksi sabun kopi kelompok perempuan Desa Kalianyar, Bondowoso, untuk mengukur pemahaman, keterampilan, dan kesiapan kelompok mengembangkan kegiatan produktif secara mandiri pada tindak lanjut pelatihan, 20–21 Juli 2026.

Ketua Pelaksana ICD Unesa Dr. Mufarrihul Hazin mengatakan evaluasi dilakukan bukan sekadar mencari kekurangan peserta, melainkan memetakan perkembangan dan kebutuhan pendampingan lanjutan.

“Program yang berkelanjutan harus mampu menyesuaikan tindak lanjut dengan kebutuhan peserta setelah mereka benar-benar mencoba keterampilan tersebut,” ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Monitoring dan evaluasi mencakup pemahaman tahapan produksi, konsistensi proses, kerapian kerja, kualitas hasil produk, serta gagasan pengemasan dan pengembangan usaha.

Tim juga menghimpun masukan mengenai bagian produksi yang masih dirasakan sulit ketika peserta mencoba kembali keterampilan setelah pelatihan Februari 2026.

Dr. Ima Widiyanah menjelaskan kemampuan menghasilkan produk membutuhkan pembiasaan dan konsistensi. Menurut dia, peserta tidak hanya diharapkan mengingat materi, tetapi memahami urutan kerja dan mampu menilai sendiri bagian yang perlu diperbaiki.

Salah satu peserta menyatakan praktik ulang bersama kelompok membantu anggota lebih memahami proses pembuatan sabun kopi. Pendampingan kelompok dinilai memudahkan anggota bertanya dan belajar dari pengalaman sesama peserta.

Evaluasi juga digunakan untuk melihat kesiapan kelompok perempuan sebagai wadah keberlanjutan program.

Tim memperhatikan pola komunikasi antaranggota dan kemungkinan kelompok menyelenggarakan latihan mandiri sebelum diarahkan pada pengembangan pasar yang lebih luas.

ICD Unesa menilai pengembangan usaha perlu dilakukan bertahap dengan menempatkan kualitas pembelajaran, konsistensi produksi, dan kesiapan kelompok sebagai fondasi utama.

Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kemandirian kelompok perempuan dalam mengolah potensi kopi lokal menjadi produk bernilai tambah.

Melalui evaluasi ini, program pemberdayaan perempuan ICD Unesa 2026 diharapkan berkembang sebagai proses jangka panjang yang memperluas partisipasi ekonomi perempuan dan mendorong inovasi lokal di Desa Kalianyar.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.