Elephants

Hujan deras, 1.222 KK mengungsi akibat banjir di Kota Binjai Sumut

October 13, 2026
Berdasarkan laporan yang diterima, banjir melanda dua kecamatan

Medan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Sumatera Utara, menyebutkan sebanyak 1.222 Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat bencana banjir yang melanda Kota Binjai.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan banjir yang melanda kota tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10).

"Berdasarkan laporan yang diterima, banjir melanda dua kecamatan," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa.

Baca juga: BPBD Sumut catat 733 jiwa terdampak banjir di Deliserdang

Sri Wahyuni mengatakan banjir yang berdampak pada 1.222 KK atau 4.554 jiwa tersebut melanda Kecamatan Binjai Selatan dan Kecamatan Binjai Kota.

Kecamatan Binjai Kota merupakan daerah yang paling terdampak dengan 685 KK atau 2.648 jiwa terdampak yang tersebar di tiga kelurahan.

Sementara Kecamatan Binjai Selatan, lanjutnya, tercatat banjir melanda dua kelurahan yang mengakibatkan 537 KK atau 1.906 jiwa terdampak.

Baca juga: BPBD catat enam daerah di Sumut dilanda bencana banjir

Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

Ia mengatakan pemerintah kota setempat melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait serta menurunkan personel untuk membantu warga terdampak banjir.

Selain itu, kata dia, BPBD Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi tersebut.

"Berdasarkan laporan air sudah surut," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati.

Baca juga: Tiga kecamatan di Langkat direndam banjir

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.