Elephants

HSBC Indonesia hadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD - ANTARA News Sumatera Utara

September 18, 2026

Medan (ANTARA) - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat lini bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD. 

Dalam keterangan diterim di Medan, Jumat, produk ini merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) dan memberikan akses kepada nasabah terhadap reksa dana dengan fokus investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global. Reksa dana ini juga memiliki fleksibilitas berinvestasi di berbagai kapitalisasi pasar..

Mengapa emas dan mengapa sekarang?
Dalam riset HSBC, Invest with Experts: Laporan Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist, HSBC Private Bank and Premier Wealth menilai, meski konflik Timur Tengah memicu volatilitas jangka pendek—termasuk rekor USD 5.415/oz pada Januari 2026 dan terkoreksi sekitar 20 persen— prospek emas jangka menengah hingga panjang tetap positif.

Bagi para investor global, emas kian dipandang bukan sekadar instrumen lindung nilai, tetapi juga aset strategis jangka panjang dalam portofolio. Laporan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026.

Survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global menunjukkan, emas (fisik dan digital) kini menjadi aset ketiga paling banyak dimiliki secara global, bahkan mencapai 41persen di kalangan Gen Z.

Ke depan, 9 dari 10 investor secara global berencana mempertahankan atau menambah alokasi emas, menunjukkan tingkat keyakinan tertinggi dibandingkan kelas aset lain dalam survei. Kepemilikan emas juga menonjol di India (61%), Uni Emirat Arab (49 persen), dan Tiongkok (49 persen), mencerminkan pergeseran persepsi emas sebagai aset pertumbuhan jangka panjang yang strategis. 

Tren ini selaras dengan tema “defend and grow” dari HSBC, di mana investor mengombinasikan kepemilikan inti yang stabil dengan diversifier taktis seperti emas untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Meningkatnya minat terhadap emas secara umum ini turut memberikan angin segar bagi saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, karena kinerja saham perusahaan-perusahaan tersebut secara historis sejalan dengan tren harga dan permintaan emas.

Menanggapi tren ini, Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director, HSBC Indonesia menjelaskan, ”Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi.”

Prospek positif jangka menengah hingga panjang
Prospek harga emas yang positif ini secara historis turut mendukung kinerja saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, mengingat pendapatan dan margin perusahaan-perusahaan tersebut umumnya sensitif terhadap pergerakan harga emas. 

Namun perlu dicatat bahwa kinerja saham tambang emas juga dipengaruhi oleh faktor spesifik perusahaan seperti biaya produksi dan eksekusi manajemen, sehingga pergerakannya tidak selalu satu banding satu dengan harga emas itu sendiri.

Lilis Setiadi, Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen menambahkan, “Seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio, Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada  saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.”

Tentang Reksa Dana Batavia Gold Sharia Equity USD

Batavia Gold Sharia Equity USD adalah reksa dana saham yang dikelola secara aktif dan sesuai prinsip syariah, yang bertujuan untuk memberikan potensi keuntungan kepada pemegang unit, dari instrumen yang selaras dengan kebijakan investasi reksa dana. 

Batavia Gold Sharia Equity USD tersedia untuk Nasabah HSBC Indonesia dengan minimal pembelian awal USD 10.000, dan dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi Mobile Banking HSBC Indonesia atau melalui cabang HSBC Indonesia mana pun. 

Sebagai pengingat, Nasabah diharapkan untuk selalu membaca informasi produk yang disediakan dalam prospektus dan fund fact sheet, termasuk informasi manfaat potensi pertumbuhan nilai investasi dan informasi risiko, dimana terdapat risiko penurunan Risiko berkurangnya Nilai Unit Penyertaan.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.