Elephants

HP Lipat Tak Lagi Sekadar Gaya, Banyak yang Ketagihan Beli

July 26, 2026

London -

HP layar lipat atau foldable pada awalnya tidak familiar di kalangan konsumen. Namun sekarang menurut Samsung, HP layar lipat telah mulai menjadi bagian dari kebutuhan pengguna sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan CU Kim, President and CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania. Menurutnya, strategi Samsung terhadap perangkat lipat sejak awal bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru, tapi menghadirkan pengalaman relevan bagi pengguna.

"Inti dari strategi perangkat lipat Samsung tidak pernah sekadar membuat pengguna beradaptasi dengan teknologi atau perangkat baru. Sebaliknya, strategi berfokus pada bagaimana menghadirkan perangkat foldable secara mulus ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memperkaya cara orang bekerja, berkomunikasi, dan berkreasi," ujar CU Kim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan tingkat pembelian kembali (repurchase rate) pengguna perangkat lipat menunjukkan tren positif. Untuk Galaxy Z Fold7, angkanya disebut mencapai 32%, sementara Galaxy Z Flip7 mencapai 37%. Khusus kawasan Asia Tenggara dan Oseania, angkanya mendekati 40%.

"Jika melihat tingkat repurchase rate untuk masing-masing dorm factor, angkanya mencapai 32% untuk Fold7, 37% untuk Flip7, dan di kawasan Asia Tenggara serta Oseania angkanya mendekati 40%," kata CU Kim.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya tertarik pada faktor kebaruan HP lipat, tapi mulai merasakan manfaat nyata dari teknologi tersebut.

"Saya percaya hal ini menunjukkan bahwa konsumen benar-benar merasakan manfaat nyata foldable dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar mengejar sesuatu yang baru," lanjutnya.

Teknologi Lipat ke Pengalaman Lebih Personal

HP lipat Samsung model terbaru menghadirkan karakter berbeda untuk setiap model. CU Kim menjelaskan, Galaxy Z Fold8 Ultra dirancang untuk pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi, Galaxy Z Fold8 untuk konsumsi konten, sementara Galaxy Z Flip8 mengedepankan ekspresi diri dan portabilitas.

"Fold 8 Ultra dirancang untuk memaksimalkan produktivitas, Fold 8 dioptimalkan untuk konsumsi konten, dan Flip 8 berfokus pada ekspresi diri serta portabilitas," ujarnya.

Menurut Samsung, perbedaan kebutuhan tersebut juga terlihat dari pengalaman pengguna. Pengguna Galaxy Z Fold7 disebut paling puas dengan layar besar dan kemampuan kamera, sedangkan pengguna Galaxy Z Flip7 lebih mengapresiasi bentuk perangkat yang ringkas.

Di sisi lain, perubahan kebiasaan konsumsi digital juga menjadi peluang bagi perangkat layar lipat. Samsung menyebut lebih dari empat dari sepuluh milenial di Asia Tenggara menonton video setiap hari, sehingga perangkat dengan layar besar dan fleksibel dianggap mumpuni untuk kebutuhan hiburan.

"Saya yakin perangkat lipat baru ini akan menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang menginginkan pengalaman menonton yang imersif," kata CU Kim.

Di pihak lain, Carl Nordenberg selaku Vice President and Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, mengatakan banyak pengguna baru memahami manfaat HP lipat setelah mencoba langsung. "Sederhananya, satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mencobanya sendiri," ujar Carl.

Pengalaman langsung menjadi faktor penting karena perangkat lipat menawarkan cara penggunaan berbeda dibanding smartphone konvensional. "Banyak orang berkata, 'Saya tidak benar-benar memahaminya sampai saya memilikinya. Ini khususnya berlaku untuk faktor bentuk lipat kami yang baru," jelasnya.

Carl menilai teknologi foldable saat ini sudah jauh berkembang dibandingkan generasi awal. Ia mengatakan perangkat lipat Samsung telah mengalami banyak penyempurnaan setelah melewati beberapa generasi.

"Teknologi perangkat lipat telah berkembang pesat. Ini bukan lagi seperti tujuh generasi yang lalu. Perangkat-perangkat ini kini sangat canggih dan telah disempurnakan. Begitu mencobanya, Anda pasti akan menginginkannya," ujarnya.

(fyk/fyk)

TAGS

LIHAT LAINNYA