Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB
Jakarta, VIVA – Arus investasi ke Indonesia tetap menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan II 2026, realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Di balik capaian tersebut, terjadi pergeseran besar dalam peta investasi asing, di mana Hong Kong untuk pertama kalinya dalam satu dekade menjadi sumber investasi terbesar ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi triwulan II telah mencapai 25,1 persen dari target investasi nasional tahun 2026.
Baca Juga
Capaian tersebut disampaikan Rosan usai melaporkan perkembangan investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Rosan, derasnya arus modal asing menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga. Sejumlah negara mitra utama masih mempertahankan komitmen investasi jangka panjangnya.
Baca Juga
“Kalau kita lihat long term commitment-nya ini, terutama memang dari China, Jepang, sebenarnya negara-negara lainnya itu seperti Korea juga itu masih sangat kuat,” ujar Rosan, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, para investor menilai Indonesia masih menawarkan prospek investasi yang menarik dengan tingkat pengembalian yang kompetitif. Pemerintah pun terus memperkuat kepastian berusaha melalui penyederhanaan regulasi dan perizinan.
“Kita juga selalu menjaga dan meningkatkan iklim, terutama iklim investasi dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik, dan ini juga direspons positif oleh para investor, terutama juga dengan adanya peraturan pemerintah yang lebih memberikan kepastian atau certainty dari terutama segi perizinan dan juga license dan permit,” lanjutnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi pada triwulan II 2026 juga menyerap 742.293 tenaga kerja, meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi investasi juga relatif seimbang, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,6 persen dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 50,4 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari sisi pemerataan wilayah, investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa juga menunjukkan distribusi yang semakin berimbang. Rosan berharap tren tersebut terus berlanjut agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih optimal.
“Kontribusinya, Jawa-luar Jawa kelihatannya hampir sama. Kalau kita lihat di triwulan kedua ini, walaupun luar Jawa masih meningkat lebih sedikit. Dan kita harapkan pemerataan ini juga makin terus berkembang untuk melihat potensi-potensi lainnya,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Pada triwulan II 2026, Maluku Utara menjadi tujuan utama investasi asing dengan realisasi Rp39,5 triliun, mengungguli DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur. Sementara untuk investasi domestik, DKI Jakarta masih memimpin dengan nilai Rp58,6 triliun, diikuti Jawa Barat dan Jawa Timur.