Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:36 WIB
Jakarta, VIVA – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat memilih compact SUV untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Selain desain yang sporty dan posisi berkendara lebih tinggi, sejumlah model di segmen ini menawarkan efisiensi bensin yang cukup menarik.
Baca Juga
Di Indonesia, pilihan compact SUV bermesin bensin cukup beragam. Mulai dari mesin 1.200 cc tanpa turbo hingga 1.500 cc, masing-masing menawarkan karakter dan efisiensi berbeda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari hasil penelusuran VIVA Otomotif Jumat (16/10/2026)., Honda WR-V RS mencatat konsumsi bensin sekitar 16 kilometer per liter (km/l) dalam pengujian di rute perkotaan. Pengujian tersebut menggunakan kecepatan rata-rata sekitar 22 km/jam. Hasil ini menunjukkan efisiensi yang menarik untuk SUV kompak yang banyak digunakan di tengah lalu lintas padat.
Baca Juga
Daihatsu Rocky 1.2 juga mencatat angka yang kompetitif. Dalam pengujian, model bermesin 1.200 cc tersebut menghasilkan konsumsi sekitar 17,8 km/l di dalam kota. Sementara itu, Daihatsu Rocky 1.0 turbo mencatat sekitar 16,2 km/l di rute perkotaan. Kedua angka tersebut berasal dari pengujian dengan rute berbeda.
Toyota Raize 1.0 turbo turut masuk dalam daftar. SUV kompak bermesin turbo ini mencatat konsumsi sekitar 14,4 km/l di dalam kota dan 20,5 km/l untuk perjalanan luar kota. Hasil aktual dapat berubah mengikuti kondisi lalu lintas dan gaya berkendara.
Baca Juga
Kia Sonet juga menawarkan efisiensi yang patut diperhitungkan. Dalam pengujian, model ini mencatat sekitar 14,9 km/l di dalam kota dan 20,4 km/l di jalan tol. Pengujian terhadap varian Sonet 7-seater menghasilkan angka sekitar 15 km/l di dalam kota dan 20,1 km/l di jalan tol.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mitsubishi XForce melengkapi daftar ini. SUV bermesin 1.500 cc tersebut mencatat konsumsi sekitar 14,6 km/l di dalam kota dan 19,4 km/l di jalan tol dalam pengujian dengan kecepatan rata-rata masing-masing sekitar 22 km/jam dan 90 km/jam.
Perlu diingat, hasil konsumsi BBM dapat berbeda tergantung kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, beban kendaraan, penggunaan AC, tekanan ban, serta cara mengemudi. Karena metode dan rute pengujian tidak seluruhnya sama, angka tersebut menjadi referensi bagi calon konsumen, bukan peringkat mutlak mobil paling irit.
Distribusi BBM Lewat Jerigen Manual Dicoba Buat Urai Kepadatan Antrean di SPBU Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menguji coba distribusi bahan bakar minyak (BBM) lewat jerigen secara manual di sejumlah SPBU untuk mengurai kepadatan kendaraan.
VIVA.co.id
16 Oktober 2026