Elephants

HJKB ke-216, Asep Mulyadi Desak Pemkot Lebih Responsif terhadap Keluhan Warga

September 25, 2026

Jumat, 25 September 2026 - 18:31 WIB

VIVA – Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk semakin responsif terhadap berbagai persoalan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.

Baca Juga

Menurut Asep, momentum Hari Jadi Kota Bandung tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah Kota Bandung hari ini dituntut untuk mampu mengantisipasi sekaligus merespons setiap laporan dan keluhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus membuat persoalannya viral terlebih dahulu baru kemudian ada gerakan,” ujar Asep.

Baca Juga

Ia menegaskan, respons cepat terhadap persoalan warga harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, perangkat daerah hingga aparat kewilayahan.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah harus hadir sebelum persoalan menjadi besar. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat, terukur dan tuntas,” katanya.

Baca Juga

Asep juga menyoroti sejumlah kritik masyarakat terkait penataan kota. Salah satunya mengenai penertiban banner atau alat peraga yang berada di sejumlah sudut Kota Bandung.

Menurutnya, penertiban tidak cukup hanya dengan mencopot banner, tetapi juga harus memastikan seluruh bagian yang tersisa tidak kembali mengganggu estetika maupun keselamatan warga.

“Kalau banner ditertibkan, lakukan dengan tuntas. Jangan sampai bannernya sudah dicopot, tetapi talinya masih menggantung dan justru mengganggu estetika kota bahkan berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan penataan kota, Asep menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa Bandung dikenal dengan budaya someah hade ka semah, sehingga semangat tersebut harus tercermin dalam setiap pelayanan pemerintah.

“Masih ada kritik masyarakat terkait pelayanan publik yang belum ramah. Bandung identik dengan warganya yang someah hade ka semah. Maka semangat itu juga harus hadir dalam pelayanan pemerintah, ” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap pelayanan publik, mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan kesehatan, dapat diberikan secara profesional, cepat, mudah dan humanis.

“Target kita bukan sekadar pelayanan selesai secara administratif, tetapi masyarakat merasa dilayani dengan baik. Ini yang saya kira harus terus diperbaiki,” tambah Asep.

Halaman Selanjutnya

Proyek Kota Harus Terintegrasi