Hizbullah dukung dimulainya kembali perundingan Iran-AS di Pakistan
Jumat, 21 Agustus 2026 19:53 WIB
Ilustrasi - Hizbullah di Lebanon. /ANTARA/Anadolu/py.
Beirut (ANTARA) - Gerakan Lebanon Hizbullah mendukung dimulainya kembali perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan serta tetap berkomitmen pada jalur perundingan di Islamabad, kata anggota Parlemen Lebanon dari Blok Loyalitas terhadap Perlawanan, sayap politik Hizbullah, Ali Mokdad.
"Fokusnya tetap pada jalur perundingan Islamabad, yakni perundingan antara Teheran dan Washington di ibu kota Pakistan, karena melalui proses itu perang di Lebanon dihentikan, bukan sebagai hasil dari kerangka kesepakatan langsung antara Israel dan otoritas Lebanon," kata Mokdad seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti dari Beirut, Jumat.
Mokdad menambahkan bahwa deeskalasi yang berlangsung saat ini tidak berarti proses perdamaian telah berakhir. Salah satu poin utama dalam perundingan Iran-Amerika Serikat adalah pemulihan perdamaian di Lebanon.
"Ancaman Iran untuk melakukan pembalasan jika penembakan terus berlanjut, termasuk serangan terhadap Beirut dan pinggiran selatan ibu kota, menegaskan kembali poin pertama dalam kesepakatan yang menyerukan pembentukan perdamaian komprehensif dan berkelanjutan di Lebanon," ujarnya.
Mokdad mengatakan tindakan itu merupakan bagian dari agenda politik Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu yang bertujuan memperkuat posisinya menjelang pemilu. Ia merujuk pada upaya berkelanjutan militer Israel untuk menguasai Bukit Ali Al Taher yang strategis di Lebanon selatan.
Dia juga mengatakan otoritas Lebanon bertanggung jawab atas berlanjutnya serangan Israel serta penghancuran dan perusakan desa-desa dan kota-kota di wilayah selatan negara tersebut.
"Israel telah memperoleh semacam pembenaran yang sah untuk menutupi pendudukan, kejahatan, dan serangannya," kata anggota parlemen tersebut.
Kerangka kesepakatan yang ditandatangani Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni menetapkan bahwa tentara Lebanon akan kembali menguasai wilayah selatan negara itu dengan syarat Hizbullah dilucuti. Proses tersebut akan dimulai dari "zona percontohan" yang harus ditinggalkan pasukan Israel.
Presiden Lebanon Joseph Aoun berulang kali menyatakan bahwa perundingan merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang dan menciptakan kondisi yang memungkinkan warga Lebanon selatan kembali ke rumah mereka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Primayanti
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026