Elephants

Hidden Gem Karanganyar, Dulu Kebun Kini Jadi Tempat Camping

September 3, 2026

Karanganyar -

Di balik suasana hijau yang asri, Campground Centhung Blumbang di lereng Gunung Lawu, punya cerita yang berawal dari kegiatan sederhana, yakni membersihkan sungai.

Kawasan ini dulunya berupa perkebunan jambu, lemon, hingga kopi, namun perlahan berubah menjadi destinasi wisata yang bisa dinikmati pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Campground Centhung Blumbang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di area ini, traveler bisa menikmati centhung atau kolam berisi aliran air sungai berbatu yang jernih dan masih asri.

Pemilik lahan Centhung Blumbang, Edi Sukatno, menceritakan sejarah kawasan tersebut awalnya merupakan lahan perkebunan. Area centhung dulunya ada perkebunan jambu, lemon, dan kopi yang masih dikelola sampai saat ini.

Pada tahun 2020, muncul keinginan dari warga untuk membersihkan aliran sungai yang berada di kawasan itu. Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan agar limbah dari desa tidak masuk ke aliran sungai.

"Dulu centhung ini perkebunan jambu, ada lemon, jeruk lemon, atau kopi. Kami tergerak untuk bersih-bersih sungai agar limbah dari desa tidak terlalu dibuang ke aliran sungai," kata pemilik lahan Campground Centhung Blumbang, Edi Sukatno, ketika ditemui detikTravel, Minggu (30/8/2026).

Selain menjaga kebersihan air sungai, ia bersama warga sekitar mulai menata rapi area sekitar centhung. Saat itu, ada kunjungan dari teman pemilik lahan untuk memetik jeruk lemon dan kopi, kemudian pemandangan itu diunggah ke media sosial.

Tanpa sengaja, pemandangan centhung yang diunggah di media sosial itu menyita perhatian beberapa orang yang akhirnya penasaran untuk datang. Dari kunjungan kecil itu, hidden gem wisata di lereng Gunung Lawu ini kemudian berkembang sebagai destinasi yang mulai dikenal traveler.

Ada satu bagian yang dari dulu sudah menjadi ciri khas kawasan tersebut, yakni centhung atau bisa disebut kolam alami.

Menurut Edi, bentuk dasar sungai yang menyerupai kolam memang sudah ada sejak lama, tapi kemudian dirapikan dan dibersihkan. Area ini dibuka pada 7 Agustus 2020.

Sejak saat itu, kawasan yang sebelumnya lebih difungsikan sebagai area pertanian dan perkebunan, kini mulai menerima pengunjung dari berbagai kalangan. Meski kini menjadi tempat wisata hidden gem di lereng Gunung Lawu Karanganyar, Edi menyebut lahan itu merupakan tanah pribadi. Pengelolaannya juga melibatkan sejumlah warga desa yang ingin ikut berkontribusi untuk Centhung Blumbang.

Menariknya, tujuan awal pembersihan sungai ternyata tak hanya berhenti pada urusan wisata. Pengelola Centhung Blumbang juga ingin menjaga kawasan tersebut agar tetap menjadi habitat bagi berbagai satwa.

Kawasan centhung terdapat area yang bisa digunakan untuk camping. Para pengunjung bisa melakukan aktivitas camping, menikmati air jernih yang masih alami di centhung, hingga menyusur sungai sampai melihat Air Terjun Pringgodani.

Kini, Campground Centhung Blumbang bukan cuma menawarkan tempat untuk bermain air atau camping. Namun, tempat ini juga menjadi contoh bagaimana kawasan pertanian dan aliran sungai yang dirawat perlahan bisa tumbuh jadi ruang wisata tanpa menghilangkan keasliannya.