Elephants

Heboh Muncul Bunyi 'Pletak' di Jaecoo J5, Sempat Disuruh Ganti Baterai Rp 195,5 Juta

August 21, 2026

Jakarta -

Seorang pengguna Jaecoo J5 menceritakan mobilnya timbul bunyi 'pletak' namun berujung diminta mengganti baterai hampir Rp 200 juta. Keluhan itu kemudian viral di media sosial.

Jaecoo J5 ramai diperbincangkan setelah seorang pengguna menceritakan pengalaman kurang menyenangkan dengan mobil listrik itu. Dalam unggahan di grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia, pengguna J5 dengan nama akun Theodorus Herutomo Theo menceritakan bahwa mobilnya tiba-tiba mengeluarkan bunyi 'pletak' saat perjalanan ke Semarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah bunyi tersebut keluar, kemudian muncul indikator gambar kura-kura berwarna hijau. Dia disarankan untuk mematikan mobil selama 30 menit hingga 1 jam. Kemudian setelah 40 menit mobil dinyalakan hingga bisa normal kembali.

Esoknya saat mobil hendak dinyalakan, gambar kura-kura muncul lagi. Theo kemudian membawa mobil itu ke bengkel Jaecoo Semarang dan diberi tahu kalau ada komponen yang pecah.

"Diinfokan dari bengkel tersebut kalau nepelnya pecah, kesimpulannya harus ganti baterai yang hampir Rp 195,5 juta," tulis dia.

Dia kemudian mengirimkan email ke Chery dan diminta untuk mengisi data-data lengkap. Dalam email juga disebutkan bahwa akan ada pihak yang menghubungi. Tapi nyatanya hingga unggahan itu dimuat di Facebook, belum ada tanggapan resmi dari pihak bengkel.

"Saya hanya berpikir kok kayak gini ya Customer Satisfactionnya si Chery, saya sangat menyesal serius. Seharusnya semua unit Jaecoo J5 yang sudah di tangan customer bisa dischedulkan untuk ditarik dan diberikan pelindung/cover sebagai safety," tulisnya lagi.

Dalam unggahan terpisah, Theo mengungkap bahwa sudah dihubungi pihak Omoda Jaecoo Indonesia. Dia juga sudah diminta datang ke Jaecoo Karawaci. Pihak Jaecoo juga disebutnya sudah meminta maaf karena sempat tidak merespons dua email yang dikirimnya. Per 18 Agustus baterai juga sudah dipasang pada mobil yang bersangkutan.

Dikonfirmasi terpisah, manajemen Omoda Jaecoo Indonesia mengungkap dari hasil investigasi per 23 Juli 2026, ditemukan adanya benturan eksternal dan deformasi yang terlihat pada pelindung bawah baterai disertai dengan kerusakan pada area pipa pendingin baterai.

"Dua foto inspeksi memperlihatkan bagian pipa pendingin yang sama dalam kondisi patah di dekat titik dudukan/braket. Kerusakan fisik tersebut menyebabkan kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal baterai," tulis manajemen Omoda Jaecoo dalam keterangan resminya yang diterima detikOto, Jumat (21/8/2026).

Kemudian pada 24 Juli 2026, dealer berkoordinasi dengan konsumen sekaligus proses penanganannya dan melakukan pengajuan klaim asuransi. Kemudian suku cadang diterima dealer pada 15 Agustus 2026 dan selanjutnya dilakukan pemasangan pada 18 Agustus 2026. Konsumen tersebut juga tidak perlu mengganti baterai karena seluruh biaya dicover asuransi. Adapun kejadian itu murni insiden, bukan berasal dari cacat produksi.

"Jaecoo Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga standar keselamatan, kualitas, dan layanan purnajual yang tinggi guna memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," tulis Jaecoo lagi.

(dry/din)