Harus ada langkah konkret terhadap kerugian yang dialami peternak ayam akibat pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah mengatakan, permintaan maaf tidak menjadi solusi yang diharapkan peternak ayam dari serangkaian pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Kata Febri, pihak-pihak terkait harus membantu menutup kerugian dari peternak di mana ayam banyak mati saat suhu kandang meningkat di tengah pemadaman listrik.
“Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik,” kata Febri kepada wartawan, Selasa 4 Juli 2026.
Sebelumnya, ratusan peternak ayam di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meradang harus menanggung rugi akibat ternak mati usai pemadaman listrik bergilir.
Hal tersebut disuarakan dalam aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah di Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani.
Salah satu peserta aksi mengatakan, sebagian besar peternakan ayam di wilayah itu memakai sistem kandang tertutup atau close house yang sangat bergantung pada listrik untuk kipas ventilasi dan sirkulasi udara.
Saat listrik padam, kata dia, suhu kandang melonjak cepat membuat ayam lemas dan mati massal.
Sementara, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan.
Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.
"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.