Senin, 21 September 2026 - 16:08 WIB
VIVA – Keluarga Firdaus Wajidi atau Daus, salah satu jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Banten, menyampaikan pesan haru setelah operasi pencarian resmi dihentikan.
Baca Juga
Perwakilan keluarga Daus, Diki, mengatakan pihak keluarga telah berusaha mengikhlaskan apa pun yang terjadi terhadap kerabat mereka. Namun, di balik keikhlasan tersebut, keluarga masih menyimpan harapan agar Daus dapat ditemukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal itu disampaikan Diki dalam acara "Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis" yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin 21 September 2026.
Baca Juga
Diki mengungkapkan, selain memiliki hubungan keluarga, dirinya juga sesama jurnalis. Kondisi tersebut membuat hilangnya Daus menjadi pukulan tersendiri bagi keluarga.
"Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu mengikhlaskan kepergian keluarga kami ini," kata Perwakilan keluarga Firdaus Wajidi, Diki.
Baca Juga
Meski telah mencoba menerima keadaan, Diki menegaskan bahwa keluarga masih berharap adanya kabar mengenai keberadaan Daus.
Menurutnya, harapan tersebut tetap ada meski operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I telah dihentikan secara resmi.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Basarnas, organisasi pers, serta berbagai pihak yang sejak awal ikut membantu proses pencarian.
"Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami," kata Diki.
Operasi SAR Dihentikan Setelah 10 Hari
Sebelumnya, operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berlangsung selama 10 hari.
Operasi SAR gabungan tersebut kemudian resmi ditutup pada Kamis, 17 September 2026. Penutupan disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyisir sejumlah sektor untuk mencari keberadaan rombongan KM Arupadatu I. Namun, hingga operasi ditutup, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban maupun awak kapal.
Andra mengatakan pemerintah daerah bersama Basarnas tetap membuka kemungkinan operasi pencarian dilanjutkan apabila nantinya muncul petunjuk baru yang dapat dikonfirmasi.
Halaman Selanjutnya
Dengan demikian, meski operasi SAR secara resmi telah dihentikan, peluang pencarian kembali tetap terbuka apabila terdapat informasi yang dapat menjadi dasar bagi tim untuk melakukan penyisiran.